Seruan "siap!" langsung menggema membalas perintahnya.
Tidak berhenti di situ. Perintah yang sama juga ditujukan kepada jajaran Danantara, para menteri Kabinet Merah Putih, hingga seluruh kepala kantor BUMN. Ia membayangkan sebuah pemandangan pagi yang baru di seluruh Indonesia: para pejabat dan staf membersihkan lingkungan kantor mereka sebelum mulai bekerja.
"Danantara, ribuan anak buahnya korve. Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN. Semua Menteri, K/L, sebelum masuk kantor, minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu," tegas Prabowo.
"Bener ya? Siap, siap, siap. Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor. Kalau perlu menteri yang mimpin," tambahnya, seolah menekankan bahwa ini bukan permintaan, tapi perintah.
Di akhir paparannya, nada bicaranya berubah menjadi serius. Ia menggambarkan sampah bukan sebagai masalah sepele, melainkan sebagai musuh bersama yang membawa bencana. Prabowo pun menantang komitmen para kepala daerah.
"Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Bagaimana bupati, wali kota? Ini untuk rakyat kita, sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan mendukung," ujarnya, menutup sesi dengan sebuah deklarasi perang yang tak biasa.
Rakornas pagi itu pun berakhir dengan sebuah tugas konkret untuk semua yang hadir: memimpin perang melawan sampah dimulai dari halaman kantor mereka sendiri.
Artikel Terkait
Promotor Senior Diduga Gelap Rp10 Miliar Dana Konser BTS
Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati
Pansel Segera Dibentuk, Pemerintah Buka Peluang untuk Pimpinan Baru OJK