Nah, komoditas yang bikin It hortikultura jeblok antara lain cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan wortel. Harganya di tingkat petani rupanya sedang tak bersahabat.
Di sisi lain, ada kabar yang lebih menggembirakan dari sektor kelautan. Nilai tukar nelayan justru naik 2,51 persen. Ini terjadi karena indeks yang diterima nelayan membaik 2,24 persen, sementara indeks yang mereka bayar malah turun sedikit, 0,26 persen.
Beberapa komoditas perikanan jadi penyumbang kenaikan itu. Tongkol, cakalang, kembung, layang, dan cumi-cumi disebut-sebut mendongkrak pendapatan para nelayan di tengah kondisi yang sulit ini.
Jadi, gambaran awalnya begini: petani, terutama pekebun hortikultura, lagi menghadapi tekanan harga. Sementara di lautan, nelayan bisa sedikit bernapas lega.
Artikel Terkait
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati
Pansel Segera Dibentuk, Pemerintah Buka Peluang untuk Pimpinan Baru OJK
Hampir Final, Indonesia-AS Tinggal Tuntaskan Naskah Hukum Perundingan Dagang
Ekspor Indonesia Tembus 282,9 Miliar Dolar AS di 2025, Industri Pengolahan Jadi Lokomotif