Jakarta diguyur hujan deras sejak Senin (12/1) lalu. Akibatnya, sejumlah wilayah tak luput dari banjir. Genangan air itu ternyata bertahan cukup lama, baru benar-benar surut pada Selasa (13/1) malam.
Menurut data terbaru dari BPBD DKI Jakarta, per Selasa malam pukul 21.00 WIB, situasi sudah berangsur normal. "BPBD mencatat hingga Selasa (13/01) pukul 21.00 WIB, seluruh genangan di wilayah DKI Jakarta sudah surut," jelas Kapusdatin Kebencanaan, Mohamad Yohan.
Yohan mengungkapkan, keberhasilan ini bukan kerja satu dua orang. Butuh upaya kolaboratif dari banyak pihak. BPBD, Dinas SDA, Damkar, sampai Satpol PP dan PPSU turun langsung. Peran masyarakat juga tak kalah penting dalam mempercepat penanganan.
"Telah mengerahkan personel berikut dengan peralatan pendukung seperti pompa mobile dalam menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," ujarnya lagi.
Sebelum surut, kondisi sempat cukup parah. Catatan BPBD menunjukkan, pada Senin malam pukul 20.00 WIB, ada 63 RT yang terendam. Tak hanya permukiman, 26 ruas jalan juga ikut terdampak, membuat arus lalu lintas terganggu.
63 RT Sempat Terendam Banjir
Jakarta Selatan jadi wilayah dengan titik banjir terbanyak, yaitu 19 RT. Sementara itu, ketinggian air paling ekstrem terjadi di Kelurahan Pejaten Timur. Di sana, air mencapai satu meter atau 100 cm.
Nasib serupa dialami warga Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ketinggian air juga menyentuh angka yang sama. Namun begitu, berkat kerja keras semua pihak, banjir perlahan mulai mengurut.
Dampaknya cukup signifikan. BPBD mencatat, sedikitnya 2.001 warga harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi sementara. Sekarang, setelah air surut, mereka pun berangsur pulang untuk membersihkan dan memulihkan keadaan.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Retret Ketua DPRD dengan Dialog dari Hati ke Hati
Bareskrim Gerebek Pabrik Gas Whip Pink Beromzet Miliaran di Jakarta
PSM Makassar Hadapi Borneo FC di Parepare, Pertarungan Sengit Penuh Sejarah
Harga Emas Perhiasan Relatif Stabil Meski Pasar Global Bergejolak