Jakarta - Angka resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) akhirnya keluar. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor Indonesia ternyata cukup menggembirakan, mencapai 282,91 miliar dolar AS. Angka itu menunjukkan pertumbuhan sekitar 6,15 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yang sebesar 266,53 miliar dolar AS.
Kalau dirinci, kontribusi terbesar tentu saja datang dari sektor nonmigas yang menyumbang 269,84 miliar dolar AS. Sementara itu, ekspor migas berada di angka 13,07 miliar dolar AS.
Lalu, apa yang jadi motor penggeraknya? Ternyata, industri pengolahan memainkan peran sentral. Sektor ini mencatatkan ekspor senilai 227,10 miliar dolar AS, melonjak 14,47 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (2/2/2026), Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menegaskan hal itu.
"Industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan ekspor sepanjang tahun 2025 dengan andil terhadap peningkatan ekspor sebesar 10,77 persen," ujarnya.
Memang, performa komoditas nonmigas secara umum cukup solid. Hampir semua naik. Ambil contoh besi dan baja, yang nilainya naik 8,41 persen jadi 27,97 miliar dolar AS. Begitu pula dengan CPO dan turunannya, yang meroket 21,83 persen ke posisi 24,42 miliar dolar AS.
Namun begitu, ada satu catatan merah: batu bara. Nilai ekspornya anjlok 19,70 persen, hanya menyentuh 24,48 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu.
Di sisi lain, peta tujuan ekspor kita tak banyak berubah. China masih menduduki peringkat teratas, menyerap 24,02 persen dari total ekspor nonmigas kita. Posisi kedua diisi oleh negara-negara ASEAN dengan pangsa 19,12 persen.
Selanjutnya, ada Amerika Serikat (11,47 persen), lalu Uni Eropa (7,15 persen), dan India (6,79 persen). Sisa pangsa sekitar 31,45 persen tersebar ke berbagai negara lainnya. Jadi, meski ada tekanan di sektor tertentu, secara keseluruhan kinerja ekspor kita di tahun 2025 tetap menunjukkan tren positif.
Artikel Terkait
Aether AI Jalin Kemitraan Strategis dengan Crawford Software untuk Ekspansi ke Pasar AS dan Asia
Survei: 98% Masyarakat Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, Pemerintah dan Dunia Usaha Percepat Ekonomi Hijau
Pengusaha Tolak Rencana Penerapan Skema Kontrak Bagi Hasil Ala Migas di Sektor Tambang Minerba
MNC Digital Resmi Luncurkan V+Short, Platform Micro Drama Premium untuk Pasar Global