Di hadapan ribuan pejabat pusat dan daerah, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang cukup gamblang. Tujuan pembangunan nasional, menurutnya, bukan cuma soal mengejar angka-angka ekonomi atau status negara berpendapatan tinggi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan kualitas hidup rakyat benar-benar terangkat. Itulah inti dari pidatonya dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul International Convention Centre, Senin (2/2/2026).
"Kriteria kita sederhana saja: maju dan modern, di mana seluruh rakyat mengalami kualitas hidup yang baik," ujar Presiden.
Ia menambahkan, "Kita tidak bermimpi hidup seperti negara lain. Kita hanya mau supaya semua rakyat kita hidup dengan kualitas yang baik."
Nah, untuk mewujudkan hal itu, pemerintah punya sejumlah strategi. Ada delapan misi Asta Cita, tujuh belas program prioritas, plus program-program lain yang diharapkan memberi hasil cepat. Semuanya bertumpu pada hal-hal mendasar: kecukupan pangan bergizi, akses kesehatan, pendidikan layak, dan tentu saja penghasilan yang memadai bagi masyarakat.
Dari sekian banyak program, Presiden tampaknya memberi perhatian khusus pada satu inisiatif: Sekolah Rakyat. Menurutnya, ini adalah terobosan yang jarang ditemui di negara lain. Konsepnya jelas, menyasar anak-anak dari keluarga paling tidak mampu untuk disekolahkan di asrama. Tujuannya? Mengeluarkan mereka sepenuhnya dari lingkaran kemiskinan.
"Anak-anak dari kelompok yang paling tidak mampu kita sekolahkan dalam sekolah berasrama. Kita beri pendidikan yang terbaik," tegas Prabowo.
Dengan nada yang cukup keras, ia melanjutkan, "Anak-anak yang tidak mungkin sekolah, kita ambil semua. Tidak boleh ada anak di jalanan yang tidak sekolah."
Artikel Terkait
Dua Mahkota Longsor di Gunung Burangrang Picu Bencana Dahsyat
Unit Pencegahan Gaza Gempur Geng Kolaborator, Sita Senjata Zionis
Said Didu Ungkap Isi 4 Jam Dialog Rahasia dengan Prabowo
Kuasa Hukum Beberkan Alasan Kliennya Ditahan dalam Kasus Penganiayaan di Acara Maulid Tangerang