Nilai tukar petani (NTP) kembali mengalami penurunan di awal tahun 2026. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, angka NTP pada Januari lalu berada di level 123,60. Angka itu turun 1,40 persen jika dibandingkan dengan capaian di bulan Desember 2025.
Menurut Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, penurunan ini tak lepas dari pergerakan indeks harga. Indeks harga yang diterima petani (It) anjlok cukup dalam, yakni 1,85 persen. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) turun lebih landai, hanya 0,45 persen.
"Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks harga yang dibayar petani nasional adalah cabai rawit, bawang merah, cabai merah dan gabah,"
kata Ateng dalam rilisnya di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Kalau dilihat per subsektor, hortikultura jadi yang paling terpukul. Penurunannya cukup tajam, mencapai 13,76 persen. Penyebabnya, It untuk subsektor ini merosot drastis 14,08 persen, sementara Ib-nya cuma turun 0,37 persen.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Salat Id di Aceh, Istana Buka Halalbihalal untuk 5.000 Warga
Presiden Prabowo Salat Id di Aceh, Istana Gelar Open House Lebaran
Presiden Prabowo Buka Istana Negara untuk Halalbihalal Umum, Targetkan 5.000 Tamu
BMKG Prediksi Langit Berawan dan Hujan Ringan di Jakarta Saat Lebaran 2026