Setelah tiga tahun berturut-turut merosot, akhirnya ada angin segar untuk industri besar China. Pada 2025, keuntungan mereka kembali menunjukkan tren positif. Ini bukan sekadar kenaikan kecil, tapi sebuah pembalikan situasi yang cukup signifikan.
Menurut data yang dirilis Xinhua, Minggu (1/2/2026), pertumbuhan itu didorong kuat oleh sektor-sektor baru. Manufaktur peralatan dan teknologi tinggi disebut-sebut sebagai lokomotif utamanya. Mereka yang menjadi penyelamat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Secara angka, keuntungan perusahaan industri besar China naik 0,6 persen year-on-year. Angkanya mencapai hampir 7,4 triliun yuan. Kalau dirupiahkan, itu setara dengan Rp18.000 triliun. Jumlah yang fantastis, bukan?
Ngomong-ngomong, yang dimaksud perusahaan industri besar di sini punya definisi khusus. Mereka adalah perusahaan dengan pendapatan bisnis utama tahunan minimal 20 juta yuan. Jadi, data ini memang mewakili para pemain utama di lapangan.
Pencapaian ini selaras dengan performa ekonomi China secara keseluruhan. Tahun lalu, negeri Tirai Bambu itu berhasil mencatat pertumbuhan PDB sebesar lima persen. Tepat seperti target yang dicanangkan pemerintah.
Dengan capaian itu, nilai Produk Domestik Bruto China menyentuh 140 triliun yuan. Atau, kalau mau dibayangkan dalam rupiah, kira-kira Rp340 ribu triliun. Sebuah ekonomi raksasa yang terus bergerak.
Di sisi lain, ada indikator lain yang juga menggembirakan. Output industri China melesat 5,9 persen pada tahun yang sama. Indikator ini mengukur aktivitas perusahaan besar dengan definisi omzet yang sama, minimal 20 juta yuan per tahun dan hasilnya jelas optimistis.
Semua data ini, meski terlihat teknis, punya cerita di baliknya. Mereka menandai sebuah pemulihan yang dinanti-nanti. Setelah melalui masa sulit, industri China sepertinya mulai menemukan ritmenya kembali. Tantangan ke depan pasti masih ada, tapi setidaknya langkah awal ini memberi harapan.
Artikel Terkait
Operasi Militer AS-Israel ‘Epic Fury’ Berakhir, Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu dengan Iran Berlaku
Mobil Dinas TNI Berpelat Nomor 1-45 Terekam Lawan Arah di Jakarta Selatan, TNI AD Lakukan Pendalaman
Mensos Gus Ipul Bantah Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu, Tegaskan Itu Hanya Pagu Anggaran
Hegseth Tegaskan Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku meski Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat