Pegiat media sosial Ade Armando secara resmi mengundurkan diri sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan tersebut diumumkan dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5). Ade menegaskan bahwa langkah ini bukan disebabkan oleh adanya konflik internal dengan partai berlambang gajah tersebut.
“Melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik antara saya dengan PSI, tapi saya mundur demi kebaikan bersama,” ujar Ade di hadapan awak media. Ia didampingi oleh Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, dalam kesempatan tersebut.
Selama menjadi kader, Ade mengaku kerap menjadi sasaran serangan dari berbagai pihak. Serangan itu, menurutnya, dipicu oleh pernyataan dan kritik yang ia lontarkan di ruang publik. “Selama ini saya terlalu sering jadi sasaran tembak akibat ucapan saya, komentar saya, kritik saya terhadap berbagai pihak,” katanya.
Kekhawatiran yang lebih besar muncul ketika serangan tersebut mulai meluas. Ade menyebut bahwa dampaknya tidak lagi hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, melainkan juga menimpa rekan-rekan terdekatnya, termasuk politisi senior PSI, Grace Natalie. “Masalahnya, yang harus bertanggung jawab sekarang bukan hanya saya, karena serangan itu diperluas dari serangan terhadap saya juga terhadap teman-teman saya, termasuk misalnya Bu Grace,” jelasnya.
Di sisi lain, Ade mengapresiasi sikap para pimpinan PSI yang selalu menyatakan kesiapan untuk berada di sisinya. Namun, ia merasa situasi tersebut menjadi tidak adil jika para petinggi partai harus ikut menanggung konsekuensi dari setiap pernyataan yang ia sampaikan. “Tidak adil lah ya kalau bapak-bapak ibu-ibu di PSI harus juga menanggung akibat dari apa yang saya sampaikan,” sambungnya.
Meskipun memilih mundur, Ade menegaskan bahwa dirinya dan partai yang diketuai oleh Kaesang Pangarep itu sebenarnya masih memiliki keinginan untuk tetap bersama. Keputusan ini murni diambil untuk melindungi kepentingan partai dan seluruh kadernya dari tekanan yang semakin meluas. “Saya mundur demi kebaikan bersama,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Ondel-Ondel Tak Sekadar Boneka Raksasa, Ini Filosofi di Balik Wajah Merah dan Putih
Wakil Presiden AS Vance Kecam Menteri Israel yang Tolak Kesepakatan Damai dengan Iran, Picu Kejutan di Tel Aviv
TMII Luncurkan Promo Diskon 50 Persen untuk Anak-Anak dan Tiket Gratis Selama Libur Sekolah
Sekuriti di Jakbar Nekat Curi Barang Supermarket demi Biayai Judi Online, Aksi Berlangsung 5 Bulan