Suaranya terdengar haru ketika melanjutkan, "Jadi gue minta doanya banget semoga gue bisa balik lagi. Gue bisa nemenin anak-anak gue dulu, nemenin bini gue juga."
Gemeteran Menyambut Kepulangan
Perasaan senang yang sama, bahkan mungkin lebih, dirasakan oleh sang istri, Beby Prisillia. Ia tak bisa menyembunyikan kegembiraannya menyambut suaminya pulang.
"Happy banget, ini aku sampai gemetaran," kata Beby, suaranya terdengar bergetar.
"Happy banget karena anak-anak di rumah juga kangen banget sama dia, papa mamanya dia juga kangen sama dia. Pokoknya hari ini hari terbaik sih buat aku karena dia akhirnya udah di rumah."
Kasus yang membawa Onad ke panti rehabilitasi berawal dari pengembangan penangkapan di Sunter, Tanjung Priok. Saat penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti: selembar papir, satu plastik klip kecil berisi ganja, sebuah boks kecil, dan tiga ponsel.
Onad mengaku terjerat narkoba karena tekanan masalah pribadi. Atas dasar itulah, ia kemudian mengajukan permohonan asesmen ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).
Permohonannya disetujui. Alih-alih hukuman berat, ia diberi kesempatan untuk memperbaiki diri melalui rehabilitasi. Pada Selasa (4/11) pagi, Onad resmi dipindahkan ke sebuah panti di Jakarta Selatan untuk memulai perjalanan pemulihan selama tiga bulan. Dan kini, semua proses itu telah ia lalui.
Artikel Terkait
Purbaya Guncang Kemenkeu: 36 Pejabat Baru Diharap Dorong Indonesia Naik Kelas
Imlek dan Ramadan Berpadu, Lapangan Banteng Jadi Panggung Kerukunan 2026
KPK Serahkan Keputusan Pemeriksaan Jokowi ke Penyidik
Enam Laporan Masuk, Polisi Dalami Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono