Acara di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026) itu cukup ramai. Hashim Djojohadikusumo, sang Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Perumahan, tampil berbicara. Topiknya tak lain adalah program ambisius pemerintah: 3 juta rumah.
Dalam kesempatan itu, Hashim bercerita. Beberapa minggu sebelumnya, ia sempat bertemu Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan itu membahas program perumahan yang sedang digarap.
"Saya terus terang saja," ujarnya.
"Presiden tanya, 'Kenapa kok program perumahan agak lambat?' Begitu kira-kira. Ya, kesannya lambat di pemikiran beliau."
Menurut Hashim, Prabowo punya kesan bahwa progresnya kurang cepat. Padahal, ada alasan di balik itu semua.
Kendala utamanya? Birokrasi. Hashim tak menampik hal itu. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Perumahan sendiri sebenarnya masih sangat baru. Dibentuk di era Prabowo, usianya baru sekitar satu tahun. "Dan sebagainya, dan sebagainya," tambahnya, menyiratkan kompleksitas penyesuaian yang masih berlangsung.
Namun begitu, keinginan Presiden jelas. Hashim menegaskan bahwa Prabowo menghendaki program ini berjalan cepat. Tidak ada waktu untuk ditunda-tunda.
"Tapi sebetulnya Presiden ingin ini cepat," kata Hashim tegas.
Lalu, apa langkah konkritnya? Salah satu jawabannya hadir di lokasi acara itu sendiri. Pemerintah kini menggenjot pembangunan hunian vertikal, tepatnya di dekat Stasiun Manggarai. Ini dipandang sebagai salah satu solusi untuk mempercepat realisasi.
Acara yang bertajuk Pencanangan Pembangunan Hunian untuk Mendukung Program 3 Juta Rumah itu pun ditutup dengan harapan. Harapan agar impian rumah untuk rakyat segera terwujud, tanpa terhambat lagi.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun