Mensos Gus Ipul Sebut Menag Nasaruddin Umar Layak Bersaing di Bursa Calon Ketum PBNU

- Rabu, 17 Juni 2026 | 02:15 WIB
Mensos Gus Ipul Sebut Menag Nasaruddin Umar Layak Bersaing di Bursa Calon Ketum PBNU

Menteri Sosial yang juga menjabat Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur yang dinilai layak untuk bersaing dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU. Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul sapaan akrabnya di Kediri, Jawa Timur, pada Selasa, saat menanggapi dinamika politik internal organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

Menurut Gus Ipul, sejumlah nama telah mengemuka dalam diskusi publik terkait calon pemimpin PBNU mendatang. Salah satu yang paling menonjol adalah Nasaruddin Umar, yang sebelumnya pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam PBNU. Ia menilai posisi tersebut memiliki relevansi historis dengan pola suksesi kepemimpinan di tubuh NU.

“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini, tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” ujarnya.

Ia merinci bahwa Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf merupakan contoh nyata dari pola tersebut. Ketiganya, lanjut Gus Ipul, pernah duduk sebagai Katib Aam sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Nasaruddin Umar sendiri, tuturnya, juga pernah mengemban amanah yang sama pada masa kepemimpinan almarhum K.H. Sahal Mahfudh.

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin PBNU sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Ia juga memastikan bahwa dirinya tidak akan maju maupun dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026. Acara itu digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dan dihadiri oleh jajaran PBNU serta panitia dari tingkat pusat, daerah, hingga lokal.

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapannya mendukung penuh pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Pesantren Al Falah Ploso. Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jatim, Mustainn, mengungkapkan bahwa persiapan teknis telah mencapai hampir seratus persen.

“Intinya, PWNU Jatim siap dukung pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso, bahkan persiapan kami dengan panitia lokal sudah bisa dibilang hampir 100 persen, tinggal pelaksanaan,” katanya.

Menurut Mustainn, rangkaian kegiatan akan dimulai dengan pembukaan Munas dan sidang-sidang di Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada 20-21 Juni 2026. Setelah itu, acara akan dilanjutkan dengan napak tilas muassis NU di Tebuireng, Kabupaten Jombang, pada 22 Juni 2026. Rangkaian tersebut direncanakan ditutup di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026, dengan agenda yang dijadwalkan dihadiri oleh Presiden.

Ketua PWNU Jawa Timur, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, berharap Munas dan Konbes NU dapat berjalan lancar serta menghasilkan keputusan strategis. Ia menekankan pentingnya forum tersebut untuk memperkuat sistem kepemimpinan organisasi sesuai dengan nilai dan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama.

“Kami optimistis forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Kikin.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar