Kelangkaan Minyakita dan sejumlah bahan pangan lainnya masih melanda Pasar Kopro, Jakarta Barat, hingga pertengahan tahun ini. Para pedagang mengaku sudah tidak lagi menerima pasokan minyak goreng subsidi tersebut dari distributor pusat selama sekitar tiga bulan terakhir, sehingga mereka tidak memiliki stok untuk dijual kepada konsumen.
"Udah nggak ada, udah lama. Itu udah sekitaran tiga bulan nggak ada barangnya, kosong," ujar Engga, seorang pedagang di pasar tersebut, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 19 Juni 2026.
Hilangnya Minyakita dari pasaran berdampak langsung pada harga minyak goreng merek lain yang melonjak tajam. Sebab, selama ini minyak subsidi tersebut berperan sebagai penyeimbang harga di tingkat eceran. "Semenjak Minyakita nggak ada, kan harga minyak yang lain naiknya tinggi banget," kata Engga.
Menariknya, hampir seluruh kios di Pasar Kopro tidak memiliki stok Minyakita sama sekali. Hanya satu kios yang masih menjualnya, tetapi dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp22 ribu per liter. Selisih harga yang signifikan ini turut menekan daya beli masyarakat. Kondisi pasar tetap sepi meskipun perayaan Iduladha telah berlalu tiga minggu.
"Kalau tahun sebelumnya sih biasanya sebelum Iduladha doang sepinya. Setelah Iduladha biasanya udah mulai ramai. Ini udah tiga minggu lebih kan dari Iduladha tapi masih begini aja pasarnya, sepi," ungkap Engga.
Di sisi lain, komoditas lain seperti gula dan daging juga mengalami kenaikan harga. Daging sapi, misalnya, naik menjadi Rp170 ribu per kilogram. Kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak Lebaran Idulfitri dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan hingga saat ini. Sementara itu, harga daging ayam naik dari Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, atau tidak terlalu signifikan.
Akibatnya, pendapatan para pedagang pun merosot. "Kalau pendapatan udah pasti menurun ya. Menurun lumayan jauh lah menurunnya," ujar Engga.
Para pedagang berharap pemerintah segera menambah peredaran Minyakita di pasar tradisional untuk menekan harga minyak goreng merek lain. "Untuk kedepannya biar Minyakita diperbanyak peredarannya untuk menekan harga minyak-minyak yang lain," pungkasnya.
Artikel Terkait
Angkot KWK Tabrak Sepeda Dayung dan Motor di Tanjung Priok, Satu Tewas
Polisi Tangkap Tiga Remaja Pelaku Pembacokan Pelajar di Grogol, Satu Masuk DPO
Jaksa Banding Vonis 10 Tahun Brigadir Rizka Pembunuh Suami di Mataram
Kapal Api Group Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang untuk Dukung SDGs