Keluarga Sutrimo Mulai Curiga, Ponsel dan Dompet Tak Kunjung Kembali

- Senin, 10 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Keluarga Sutrimo Mulai Curiga, Ponsel dan Dompet Tak Kunjung Kembali

Kuasa hukum keluarga Sutrimo mengungkapkan bahwa awalnya mereka tidak menaruh kecurigaan apa pun saat menerima jenazah. Namun, belakangan keluarga mulai mempertanyakan sejumlah kejanggalan, mulai dari dokumen rumah sakit, kondisi jenazah, hingga ponsel dan barang pribadi yang tak kunjung dikembalikan.

Sutrimo, pria asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan klinik kecantikan Mordent di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (23/7). Saat itu, keluarga menerima jenazah dalam keadaan sudah dikafani sehingga tidak melihat adanya hal yang mencurigakan.

"Pertama memang pada saat mereka terima mayat, memang mayat sudah dikafani, sudah bersih, dan tidak ada yang mencurigakan," kata kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, Senin (10/8/2026).

Keluarga juga mengetahui bahwa Sutrimo memiliki riwayat penyakit gula. Mereka mendapat informasi bahwa kadar gula darahnya mencapai 600. Alhasil, kematian Sutrimo saat itu dianggap wajar, terlebih jenazah segera dipulangkan dan langsung dimakamkan pada hari yang sama.

"Mereka datang jam 10 (malam) itu ya langsung dikubur. Tidak ada kecurigaan apa pun awalnya," ujarnya.

Menurut Aan, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh keyakinan keluarga yang ingin segera memakamkan jenazah. Saat itu, keluarga juga mendapat informasi bahwa ponsel dan barang pribadi milik Sutrimo akan dikirimkan menyusul keesokan harinya.

Namun, beberapa hari setelah pemakaman, muncul pemberitaan mengenai kematian Sutrimo. Hal itu membuat keluarga mulai bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Beberapa hari kemudian kan ada berita dan lain-lain. Pihak keluarga ya di satu sisi merasa, ini ada apa sih," ucap Aan.

Aan mengatakan keluarga berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi mereka mulai merasakan kejanggalan, tetapi di sisi lain mereka takut berhadapan dengan perkara besar.

"Karena ini berkaitan dengan tokoh besar dan perkara besar yang ada di Indonesia. Mereka menyadari kalau misalnya nanti ada laporan, keluarga pasti direpotkan. Mereka ketakutan," kata dia.

Ponsel dan Dompet Tak Kunjung Kembali

Kecurigaan keluarga semakin bertambah setelah sejumlah barang pribadi milik Sutrimo tak kunjung dikembalikan.

"Setelah kita lihat belakangan, HP nggak pulang-pulang. Dompet nggak pulang dan lain-lain. Ya mereka juga kecurigaannya bertambah," tutur Aan.

Keluarga Sutrimo juga mempertanyakan orang yang mengantarkan jenazah. Menurut Aan, nomor telepon orang tersebut sebelumnya masih dapat dihubungi, tetapi kemudian tidak aktif.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags