Kronologi Sopir Alphard Hantam Motor Pakai Batu Terungkap

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:45 WIB
Kronologi Sopir Alphard Hantam Motor Pakai Batu Terungkap

Viral video seorang sopir mobil Alphard menghantam sepeda motor dengan batu di Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/8/2026) pukul 08.00 WIB di Jalan IKPN, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan. Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kecaman publik.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria paruh baya duduk di atas motor sementara pria lain tampak marah dan menghantamkan batu ke arah kendaraan tersebut. Pemilik motor diketahui bernama Mulyadi (53), sedangkan pengemudi Alphard belum diketahui identitasnya.

Pihak keluarga Mulyadi mengungkapkan bahwa sopir tersebut mengaku sedang banyak pikiran sehingga meluapkan emosinya kepada Mulyadi. Pengakuan itu disampaikan setelah kejadian viral dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Awal Mula Kejadian

Peristiwa berawal saat Mulyadi melintas di Jalan IKPN dengan mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang setelah mengantar anaknya sekolah. Ia mengambil lajur kiri. Namun, di sebelah kanannya ada pengendara yang hendak berbelok, sehingga Mulyadi semakin terjepit.

Pada saat itulah siku Mulyadi mengenai bagian depan atau spion mobil Alphard tersebut. Sopir mobil langsung membunyikan klakson dan meminta Mulyadi menepi. Mulyadi pun mengikuti arahan sopir sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Sopir Alphard kemudian menuduh Mulyadi menyebabkan goresan di body mobilnya. Mulyadi membantah tuduhan itu karena merasa tidak melakukannya. Meski demikian, amarah sopir sudah tidak terbendung. Ia meminta ganti rugi kepada Mulyadi.

Mulyadi sempat meminta maaf meski ia merasa tidak bersalah. Namun, sopir Alphard justru mengambil batu blok di pinggir jalan dan menghantamkannya ke sepeda motor Mulyadi sebanyak tiga kali. Akibatnya, lampu depan motor pecah dan kunci motor diambil oleh sopir tersebut.

Klarifikasi Korban

Mulyadi menegaskan bahwa baret di mobil Alphard bukan disebabkan olehnya. Ia menjelaskan bahwa posisi sepeda motor dan body mobil tidak sejajar, sehingga mustahil senggolan tersebut meninggalkan goresan.

"Saya lihat ada mobilnya baret, saya bilang kalau memang ini baretnya bukan karena tersenggol motor Mulyadi, saya enggak merasa," ujarnya.

"Sedangkan posisi setang sama mobil, bodi mobil itu, ini baretnya ini di tinggi mobil," lanjutnya.

Pras, anak Mulyadi, menduga bahwa baret di mobil itu merupakan goresan lama yang sudah ada sebelumnya. "Sebetulnya mobil baret itu bukan karena kejadian tadi, kemungkinan baret spion itu kayaknya baret lama," kata Pras.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags