Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa enam orang dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan pihak luar ke Jakarta setelah melakukan pemeriksaan di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (20/8) malam. Mereka berangkat dengan mobil terpisah sekitar pukul 22.45 WIB.
Di antara yang dibawa adalah tiga pejabat Unsoed: Wakil Rektor III Prof Dr Norman Arie Prayogo, Wakil Rektor I Prof Dr Noor Farid, dan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Eko Sumanto. Tiga lainnya berasal dari luar kampus, yakni Mulyono alias Nono, Adhi Wiharto, dan Dian Mulia Wardhana.
Pantauan di lokasi, Norman keluar dari gedung Satreskrim Polresta Banyumas dengan mengenakan masker, jaket hitam, dan peci hitam sambil membawa tas kecil. Saat ditanya wartawan, ia hanya menjawab singkat, "Mau dilanjutkan ke Jakarta pertanyaannya."
Sebelumnya, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi membenarkan bahwa KPK meminta bantuan penggunaan ruang pemeriksaan. "Memang KPK minta ruang periksa, ya pasti kita kasih. Karena hubungannya kan kelembagaan," ujarnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui jumlah orang yang diperiksa maupun materi pemeriksaan hari itu. "Saya enggak tahu berapa orang, siapa diperiksa, dalam rangka apa. Cuma memang minta periksa kepada saya," kata Petrus.
Artikel Terkait
KPK Periksa Rektor dan Dua Wakil Rektor Unsoed dalam OTT Penerimaan Mahasiswa Baru
KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan 5 Orang Lain sebagai Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi Penerimaan Mahasiswa
KPK Pastikan Mahasiswa Unsoed yang Lolos Jalur Mandiri Tetap Bisa Kuliah
KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan Lima Orang Lain sebagai Tersangka OTT