Langit sore di Panimbang, Pandeglang, Kamis lalu, bukanlah pemandangan biasa. Warna merah darah yang pekat menyapu cakrawala, menggantikan senja jingga yang lazim. Fenomena ini tentu saja bikin heboh warga setempat.
Doni, seorang warga yang sudah puluhan tahun tinggal di pesisir itu, mengaku benar-benar terkejut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul enam sore, usai hujan deras yang mengguyur sejak hari sebelumnya.
"Kaget lah," ujarnya saat dihubungi Jumat (19/12).
"Selama hidup di sini, baru kali ini langit berubah merah darah gitu. Kalau sunset biasa ya kekuningan. Ini beda banget," tutur Doni.
Tak heran, kecemasan pun merebak. Banyak yang bertanya-tanya, jangan-jangan ini pertanda buruk. "Pada cemas orang sini mah," sambung Doni. "Takut aja, takutnya itu pertanda bakal ada bencana karena baru pertama terjadi."
Penjelasan Ilmiah di Balik Langit Merah
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Menurut Hartanto, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, ini murni fenomena optik alamiah. Namanya hamburan Rayleigh atau rayleigh scattering.
"Itu kejadian alami," jelas Hartanto dalam keterangannya.
Ia memaparkan, saat matahari rendah di ufuk, cahayanya harus menempuh jarak lebih jauh melalui atmosfer. Proses ini menyaring warna-warna dengan gelombang pendek, sementara warna panjang seperti merah dan jingga bisa menembus dan sampai ke mata kita.
Nah, warna merah yang terlihat begitu kuat dan pekat kemarin, menurut Hartanto, kemungkinan besar dipengaruhi kondisi udara saat itu. Mengingat Banten sedang musim hujan, kandungan uap air di atmosfer sangat tinggi. Ditambah mungkin ada partikel aerosol atau debu, kombinasi ini memperkuat pantulan warna merah pada awan di sekelilingnya.
Meski penampakannya dramatis, Hartanto menegaskan masyarakat tak perlu khawatir berlebihan.
"Diimbau masyarakat tetap tenang, jangan panik," tandasnya.
Ia juga mengingatkan agar warga selalu mengikuti informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG. Jadi, meski langit sempat berwarna mengkhawatirkan, penjelasannya ternyata cukup masuk akal dan tak terkait dengan firasat buruk apa pun.
Artikel Terkait
BEM SI Tinjau Langsung Gudang Bulog, Stok Beras Nasional Capai Rekor 5,2 Juta Ton
Presiden Prabowo Terima Laporan Reformasi Polri, Instruksikan Perubahan Bertahap hingga 2029
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zero Tolerance terhadap Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Agama
118 BEM Nusantara Dialog Langsung dengan Mentan, Bahas Swasembada Pangan hingga Koperasi Desa