Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua resmi dimulai, menandai babak baru dalam prosesi kepulangan ribuan tamu Allah dari Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh rangkaian proses dari Madinah menuju Tanah Air berlangsung aman dan terkendali.
“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang 2 dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, di Mekah, Selasa, 16 Juni 2026. Pernyataan itu disampaikan di tengah kesibukan petugas di lapangan yang terus mengawal setiap kloter.
Memasuki hari ke-15 fase pemulangan, pergerakan data menunjukkan progres yang signifikan. Hingga Selasa, sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Angka itu mencakup 101.391 jemaah dan 1.042 petugas, sehingga total yang telah diterbangkan mencapai 102.433 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 kloter telah mendarat di Tanah Air dengan rincian 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Total kedatangan di berbagai embarkasi kini menyentuh 99.497 orang, atau berkisar 48 persen dari total kuota yang ditetapkan.
Menurut Maria, Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan. Mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara, semuanya diupayakan berjalan lancar hingga kloter terakhir diberangkatkan.
Di sisi lain, demi kelancaran proses kepulangan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang saat ini berada di Madinah untuk memberikan perhatian khusus terhadap dokumen perjalanan, terutama paspor. Jemaah diminta memastikan paspor tersimpan dengan aman dan mudah diakses.
“Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” kata Maria.
Selain dokumen, jemaah juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas fisik berlebih yang memicu kelelahan menjadi beberapa hal yang ditekankan oleh petugas.
Kemenhaj juga kembali menegaskan larangan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam nantinya akan dibagikan kepada jemaah setibanya di Tanah Air sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria.
Artikel Terkait
Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Aceh dan Sumatra, Prioritas pada Infrastruktur Jalan dan Pendidikan
Presiden Prabowo Panggil Pimpinan Bank Himbara ke Istana, Bahas Perbankan
OJK: Draf Direksi BEI 2026-2030 Belum Final, Tunggu RUPST 29 Juni
Perbanas Perkirakan BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,50 Persen pada RDG Juni 2026