Mudik Lebaran. Bagi banyak orang, itu adalah ritual tahunan yang tak terelakkan. Sebuah magnet kuat yang menarik pulang perantau ke kampung halaman. Bagi Adelia, perempuan asli Surabaya ini, mudik jauh lebih dari sekadar tradisi. Ini adalah momen spesial untuk benar-benar melepas rindu dengan sanak keluarga.
Tahun ini, dia punya rencana berbeda. Adelia memutuskan untuk berangkat lebih awal, jauh sebelum hari raya tiba. "Iya berangkat lebih cepat, lebih awal," ujarnya, ditemui di tengah keriuhan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (16/3/2026) lalu.
Alasannya sederhana tapi sangat nyata: susahnya dapat tiket.
Mendekati hari H, tiket kereta seolah jadi barang langka. Alhasil, daripada kehabisan, Adelia memutar otak. Dia memilih mengambil cuti lebih panjang di minggu-minggu sebelum Lebaran. Dengan begitu, dia tetap bisa pulang meski harus majukan jadwal.
"Sengaja ambil cutinya Minggu-minggu ini gara-gara nggak dapet tiket," lanjutnya menjelaskan. "Jadi saya ambil jadwal liburnya lebih awal."
Meski harus melakukan perjalanan sendirian dari Ibu Kota, semangatnya tak surut. Di benaknya sudah terbayang Surabaya, kota kelahirannya. Rasanya senang sekali, katanya, karena sebentar lagi bisa bertemu orang-orang tercinta.
Namun begitu, waktu berkumpul di sana tak akan lama. Selain soal tiket berangkat, ada hal lain yang dikhawatirkannya: arus balik.
Adelia, yang tinggal sendiri di Jakarta, ingin menghindari kemacetan dan kesulitan saat kembali. Dia sudah menjadwalkan kepulangannya ke Jakarta pada 22 Maret mendatang.
"Saya ngejar tiket juga pertama itu, yang kedua karena takut arus baliknya itu susah nanti pas baliknya," jelas Adelia.
Di akhir percakapan, harapannya jelas. Dia berharap perjalanan mudik kali ini berlangsung aman dan lancar. Tak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk semua pemudik.
Dia berharap ada perbaikan terus-menerus pada layanan transportasi. "Jadi biar orang-orang yang mau mudik fasilitasnya terpenuhi semua, lancar semua," harapnya. "Dan sampai ke tujuan dengan selamat."
Artikel Terkait
Polisi Naikkan Status Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur ke Penyidikan
Aktivis Sebut Konflik AS-Iran Berpotensi Jadi “Perang Ketahanan”
Sopir Taksi Tertemper KRL di Bekasi Ternyata Baru Dua Hari Bekerja
Polri-TNI Kerahkan Hampir 25.000 Personel Amankan May Day 2026 di Monas