PGN Terapkan Ekonomi Sirkular dengan Kelola Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Guna

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:45 WIB
PGN Terapkan Ekonomi Sirkular dengan Kelola Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Guna

PT Perusahaan Gas Negara (PGN), yang berperan sebagai Subholding Gas Pertamina, mulai menerapkan konsep ekonomi sirkular di lingkungan perusahaannya melalui program pengelolaan sampah plastik yang diubah menjadi produk bernilai guna. Inisiatif ini tidak hanya sekadar kegiatan pengelolaan lingkungan, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya keberlanjutan yang melibatkan seluruh elemen di dalam perusahaan.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa program tersebut dirancang untuk mendorong kemandirian dalam pengelolaan sampah di setiap lokasi perusahaan. “Program ini dihadirkan guna mendorong kemandirian pengelolaan sampah di lokasi perusahaan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Dalam pelaksanaannya, PGN menyiapkan sistem pengelolaan sampah plastik yang terintegrasi. Prosesnya dimulai dari pemilahan oleh seluruh karyawan, dilanjutkan dengan pengumpulan dan pengelolaan bersama Kertabumi Recycling Centre, hingga tahap pengolahan akhir yang bekerja sama dengan Bank Sampah Al-Bustaniyah. Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, perusahaan ingin membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan kesadaran terhadap aspek Environmental, Social and Governance (ESG) di internal perusahaan, sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

“Kami berharap melalui inisiatif ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik,” tambah Fajriyah.

Saat ini, PGN juga menjalankan inisiatif bagi komunitas, seperti program Bajaj Gas, di mana setiap botol plastik dihargai senilai Rp400 per botol. Peserta dapat menukarkan hingga 61 botol untuk mendapatkan kupon diskon pengisian bahan bakar gas (BBG).

Sementara itu, pendamping program dari Kertabumi Recycling Centre, Ikbal Alexander, menilai pendekatan yang dilakukan PGN melalui edukasi, pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna merupakan langkah positif. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berdampak bagi lingkungan perusahaan, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.

Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup, Ikbal menyebutkan bahwa timbulan sampah yang tidak terkelola mencapai 109 ton per hari, atau sekitar 75 persen dari total timbulan sampah. Kondisi itu memicu berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran, peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga risiko kerusakan ekosistem akibat penumpukan sampah plastik. Situasi tersebut, lanjutnya, mendorong perlunya kolaborasi dan langkah nyata dalam menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami melihat program seperti ini sangat penting untuk membantu mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan melalui pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab dan bernilai guna,” kata Ikbal.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar