Minggu lalu, tepatnya tanggal 25 Januari, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto. Lokasi pertemuannya di Hambalang, Jawa Barat. Sjafrie tidak datang sendirian; dia ditemani Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala BIN M. Herindra. Inti dari pertemuan itu adalah melaporkan kondisi tanah air selama sang Presiden bertugas di luar negeri.
"Beliau meminta laporan situasi pada saat beliau meninggalkan Tanah Air," ujar Sjafrie.
Pernyataan itu dia sampaikan usai rapat dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, sehari setelah pertemuan di Hambalang. Menurut laporannya, situasi nasional sepanjang kepergian Presiden benar-benar aman. Tidak ada gangguan berarti yang muncul, semuanya terkendali dan terjaga dengan baik.
"Tidak ada hal-hal yang ganjil yang terjadi, yang menganggu stabilitas nasional selama beliau meninggalkan Tanah Air," tegasnya.
Selain soal keamanan, ada beberapa laporan operasional yang disampaikan. Salah satunya mengenai Satgas Kuala yang dijalankan TNI. Tugasnya adalah menangani sedimentasi di Sungai Tamiang, dari hulu sampai muara. Satgas ini sudah bergerak sejak pertengahan Januari lalu.
Artikel Terkait
Kecap Manis: Dari Rempah Nusantara hingga Isu Kehalalan yang Mengintai
KPK Gandeng BPK Usut Aliran Dana Kasus Kuota Haji
Tim SAR Genjot Pencarian Korban Longsor Cisarua dengan Lima Excavator dan Anjing Pelacak
Polri Tetap di Bawah Presiden, Wacana Jadi Kementerian Ditolak