Rencananya, pada bulan Februari ini, lumpur yang menumpuk di muara akan mulai disedot. "Kemudian kita simpan, dan kita cek kadar dari lumpur itu sendiri, apakah ada hal-hal yang memperlukan perhatian khusus," jelas Sjafrie.
Laporan lain yang tak kalah penting adalah soal tugas-tugas dinamis TNI AD, termasuk kinerja Satgas Jembatan. Namun begitu, Presiden juga memberikan penekanan khusus pada hal lain: efisiensi dan akuntabilitas.
"Beliau minta supaya dilakukan oleh TNI dan Kemhan adalah efisiensi, kemudian akuntabilitas di dalam mengelola anggaran," kata Sjafrie.
Pesan Presiden jelas. Penggunaan anggaran negara harus transparan dan bertanggung jawab. Tidak ada toleransi untuk penyimpangan. "Dengan memperhatikan penegakan hukum bagi mereka-mereka yang melakukan penyimpangan dan penyelewengan," pungkas Menhan menegaskan poin terakhir itu.
Artikel Terkait
Kemenhaj Desak MUI: Haji Pakai Uang Korupsi dan Visa Ilegal Haram!
Tanah Tak Stabil Hambat Evakuasi Korban Longsor Pasirlangu
Menkeu Purbaya Genjot Kapasitas Coretax Antisipasi Lonjakan Pengguna
Kemenhub Gelar Inspeksi Mendadak Kapal Penumpang Jelang Mudik Lebaran 2026