Senin sore (26/1/2026) di Komisi XI DPR RI, suasana terasa cukup tegang. Di ruang itu, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono akhirnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test". Dia hadir sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, duduk berhadapan dengan para wakil rakyat.
Thomas tiba sekitar pukul empat lebih sembilan menit. Penampilannya rapi, jas lengkap dengan dasi biru keabu-abuan yang sederhana. Meski bukan orang baru di dunia kebijakan, sorotan hari ini terasa berbeda. Posisi yang diperebutkan ini sangat strategis, kosong setelah Juda Agung mundur sejak pertengahan Januari.
“Proses pengisian jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang ditinggalkan Juda Agung berjalan sesuai mekanisme konstitusional dan ketentuan perundang-undangan,”
Begitu penegasan Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, dalam keterangan sebelumnya. Prinsip transparansi dan koridor hukum disebut jadi pedoman utama.
Namun begitu, jalan Thomas tidaklah mudah. Dia harus bersaing ketat dengan dua ‘orang dalam’ BI: Solikin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono. Tiga nama, satu kursi. Perburuan ini memang menarik perhatian banyak kalangan.
Menariknya, pasar merespon cepat. Rupiah ditutup menguat ke level Rp16.782 per dolar AS hari ini. Ekonom Ibrahim Assuaibi mencatat, sentimen pencalonan Thomas memberi dampak instan.
“Selain itu, pasar merespon positif terhadap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI sore ini,”
Begitu tulis Ibrahim dalam analisisnya. Optimisme itu muncul karena kapabilitas Thomas dianggap bisa membawa sinergi baru. Kombinasi latar belakang fiskal dari Kemenkeu dan pengalaman rivalnya dari internal BI, diharapkan bisa menciptakan kepemimpinan bank sentral yang lebih kompak dengan pemerintah.
Sesi paparan Thomas dijadwalkan selesai pukul lima sore. Dan Komisi XI tak mau buang waktu. Rapat internal langsung digelar setelahnya, sore ini juga, untuk memutuskan siapa yang paling layak duduk di kantor pusat BI di Jalan MH Thamrin nanti. Keputusannya ditunggu.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Wamendagri Bima Arya Tegaskan Efisiensi Bukan Sekadar Potong Anggaran di Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30
Veda Ega dan Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah di Jerez, Bukti Regenerasi Pembalap Indonesia Makin Nyata
Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Kabupaten Semarang, BMKG Rilis Data Berbeda dengan Lokasi Pangandaran
Jumlah Korban Tewas dalam Operasi Militer AS di Pasifik Capai 185 Orang