Operasi penyisiran sendiri tak mudah. Tim harus menggunakan perahu karet, menyusuri area kejadian hingga ke wilayah Banjir Kanal Barat. Mereka menempuh jarak kurang lebih 12 kilometer di aliran sungai yang berbahaya.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, saat kejadian Ega tidak sendirian. Dia berenang bersama enam orang lainnya. Sayangnya, kondisi sungai sedang tak bersahabat.
Debit air tinggi. Arusnya pun deras dan ganas. Kombinasi mematikan itulah yang diduga kuat menyapu tubuh Ega, menyeretnya jauh dari teman-temannya, sebelum akhirnya tenggelam. Sebuah kegiatan rekreasi berakhir tragis di sungai yang kerap menunjukkan sisi garangnya.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas