Pemerintah Siapkan Satgas Pangan dan Intervensi Pasar untuk Antisipasi Ramadan 2026

- Minggu, 25 Januari 2026 | 19:20 WIB
Pemerintah Siapkan Satgas Pangan dan Intervensi Pasar untuk Antisipasi Ramadan 2026

Mengapa waspada? Data Badan Pusat Statistik (BPS) bisa jadi gambaran. Awal Ramadan tahun lalu, inflasi umum bulanan sempat menyentuh 1,65 persen angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski begitu, secara khusus inflasi pangan (volatile food) selama Ramadan dan Lebaran dalam kurun waktu sama masih terbilang wajar, yakni di bawah 3 persen per bulan.

Ambil contoh, pada Ramadan 2022 inflasi pangan tercatat 2,30 persen, lalu Ramadan 2023 hanya 0,29 persen. Polanya berubah di 2024, naik 2,16 persen saat puasa tapi berbalik deflasi 0,31 persen di bulan April. Tahun 2025, inflasi pangan Ramadan mencapai 1,96 persen, kemudian turun tipis menjadi deflasi 0,04 persen di bulan berikutnya.

Nah, untuk menyambut Ramadan 2026, inflasi pangan terakhir tercatat 2,74 persen pada Desember 2025. Angka ini jelas jadi perhatian. Maka, dua langkah utama pun disiapkan: memperkuat intervensi dan memperketat pengawasan.

Menurut Amran, kebijakan menjaga HET serta harga acuan pembelian dan penjualan itu punya pondasi yang kuat. Pasalnya, stok pangan nasional saat ini dalam kondisi sangat baik. “Alhamdulillah stok kita, pangan strategis, beras, hari ini 3,3 juta ton,” ujarnya. “Ini tertinggi stok akhir tahun sepanjang sejarah. Minyak goreng juga tersedia. Jadi ini juga tidak ada alasan untuk naik.”

Dengan stok melimpah dan pengawasan ketat, pemerintah berharap Ramadan tahun depan bisa berjalan lancar tanpa gejolak harga yang berarti. Rakyat pun bisa beribadah dengan tenang.


Halaman:

Komentar