Namun begitu, ada kabar baik. Warga lokal sudah bisa melintas menggunakan sepeda motor, meski harus ekstra hati-hati karena tanjakan yang cukup terjal. Akses terbatas itu jadi napas baru bagi masyarakat setempat.
Lalu kapan jalan ini benar-benar pulih? Targetnya, kendaraan umum baru bisa melintas dengan normal di akhir tahun ini. Itu pun setelah serangkaian kajian mendalam. "Kami masih melakukan kajian dan uji laboratorium dalam memastikan jalan ini dapat dibuat permanen," jelas Mikael.
Pekerjaan di Simaninggir ini adalah bagian dari upaya pemulihan besar-besaran pasca-bencana di Sumatera. Sebelumnya, pemerintah bahkan menyiapkan anggaran tak tanggung-tanggung, lebih dari Rp50 triliun, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Anggaran itu mencakup perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas publik lainnya yang rusak.
Jadi, meski medan sulit dan pekerjaan rumit, upaya membuka kembali urat nadi transportasi di Sumatera itu terus berjalan. Perlahan tapi pasti.
Artikel Terkait
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar