Namun begitu, ada kabar baik. Warga lokal sudah bisa melintas menggunakan sepeda motor, meski harus ekstra hati-hati karena tanjakan yang cukup terjal. Akses terbatas itu jadi napas baru bagi masyarakat setempat.
Lalu kapan jalan ini benar-benar pulih? Targetnya, kendaraan umum baru bisa melintas dengan normal di akhir tahun ini. Itu pun setelah serangkaian kajian mendalam. "Kami masih melakukan kajian dan uji laboratorium dalam memastikan jalan ini dapat dibuat permanen," jelas Mikael.
Pekerjaan di Simaninggir ini adalah bagian dari upaya pemulihan besar-besaran pasca-bencana di Sumatera. Sebelumnya, pemerintah bahkan menyiapkan anggaran tak tanggung-tanggung, lebih dari Rp50 triliun, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Anggaran itu mencakup perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas publik lainnya yang rusak.
Jadi, meski medan sulit dan pekerjaan rumit, upaya membuka kembali urat nadi transportasi di Sumatera itu terus berjalan. Perlahan tapi pasti.
Artikel Terkait
Indonesia Sampaikan Syarat Khusus untuk Investor di Forum Ekonomi Davos
Kekalahan Dramatis Liverpool Picu Badai Tekanan untuk Arne Slot
Mbappe Bungkam El Madrigal, Madrid Rebut Puncak Klasemen
Antrean Panjang Jaecoo J5: 3.000 Unit Terserahkan, Kualitas Tetap Jadi Prioritas