Dan responsnya, janji pejabat itu, akan datang dengan keras. "Kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini," tegasnya. "Jika Amerika melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan merespons."
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memang telah mengonfirmasi armadanya sedang menuju ke Iran. Meski begitu, dia berharap tidak perlu sampai menggunakannya. Kapal-kapal perang, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln beserta sejumlah kapal perusak dan pesawat tempur, mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik sejak pekan lalu. Kabarnya, sistem pertahanan udara tambahan juga sedang disiapkan untuk dikirim ke Timur Tengah.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama militer AS menambah kekuatannya di kawasan itu saat situasi memanas. Pola serupa kerap terlihat. Namun, peningkatan besar-besaran tahun lalu punya akhir yang dramatis: serangan terhadap Iran pada Juni.
Kini, dengan pernyataan siap 'total war' dari Teheran dan armada AS yang terus mendekat, suasana jadi mencekam. Semua pihak seolah menahan napas, menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Drama Menit Akhir Warnai Sabtu Malam Liga Inggris
BOJ Siap Turun Tangan Atasi Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Jepang
Trump Ancang-ancang Kenakan Tarif 100 Persen, Kanada Dituding Jadi Pelabuhan China
Wisata Global Tembus Rekor: 1,52 Miliar Wisatawan Mengunjungi Dunia di 2025