Meski tahu riwayat sakit putrinya, Feroz justru mengaku satu hal yang membuatnya terenyak. Keluarga ternyata hampir tak pernah mendengar Lula mengeluh. Dia memilih diam.
Ternyata, Lula hanya bercerita soal kondisi kesehatannya yang sebenarnya kepada beberapa teman dekatnya.
Sebagai orang tua, Feroz mengaku bingung. Dia tak paham mengapa Lula memilih menutup rapat penderitaannya. Keluarga seringkali baru tahu kondisinya memburuk justru dari kabar teman-teman Lula sendiri. Sebuah fakta yang kini terasa sangat menyayat.
"Ya itu aja yang kita sesali. Kenapa dia enggak (cerita), ya, itu mungkin akhirnya dia tahan-tahan. Akhirnya tadi malam itu enggak (tertahankan lagi) mungkin, komplikasi dari situ," pungkasnya dengan nada berat.
Kronologi penemuannya pun berawal dari kecemasan. Lula ditemukan meninggal pada Jumat, 23 Januari 2026, di kamarnya. Kekhawatiran tumbuh setelah asisten rumah tangganya menyadari Lula tak kunjung keluar dari kamar dalam waktu yang lama.
Hingga akhirnya, pihak keamanan apartemen diminta membuka paksa pintu kamarnya. Mereka menemukan Lula sudah tak bernyawa di dalam. Dari identifikasi awal, polisi menduga kuat kematiannya disebabkan oleh sakit yang diderita. Ini merujuk pada obat-obatan serta surat rawat jalan yang ditemukan tersisa di apartemennya. Perempuan kelahiran 17 Juli 1999 itu pergi meninggalkan duka yang dalam, terutama bagi sang ayah yang kini masih berusaha memahami segalanya.
Artikel Terkait
Trump Kumpulkan 20 Negara Bentuk Dewan Perdamaian, Prancis dan Inggris Menjauh
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan di Forum Ekonomi Davos
Pukul dan Jaringan: Turnamen Padel AEI-JInfovesta Lahirkan Kolaborasi di Luar Lapangan
Di Balik Mahkota Dunia: Bali di Persimpangan Pariwisata dan Krisis Lingkungan