Lalu, bagaimana prospek cuaca secara rinci?
Untuk periode 23 – 25 Januari 2026, kondisi umumnya adalah hujan ringan sampai lebat. Namun, waspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa titik seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang bisa dibarengi petir dan angin kencang juga mengintai. Status Siaga berlaku untuk Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Sementara status Awas dikeluarkan untuk Banten dan DKI Jakarta. Angin kencang sendiri perlu diantisipasi di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bali, NTB, dan NTT.
Berlanjut ke periode 26 – 29 Januari 2026, dominasi cuaca masih sama: hujan ringan hingga lebat. Peningkatan hujan sedang-lebat berpotensi terjadi di wilayah yang lebih luas lagi, mencakup Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, dan Papua.
Untuk kategori siaga hujan lebat-sangat lebat, wilayahnya meliputi Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Papua Pegunungan. Sementara angin kencang diperkirakan masih akan menerpa Banten, Bali, NTB, dan NTT.
Intinya, masyarakat di berbagai daerah, terutama yang disebutkan, harus tetap waspada dan memantau perkembangan informasi terbaru dari BMKG. Persiapan menghadapi banjir, longsor, atau pohon tumbang akibat angin kencang menjadi langkah yang bijak.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas