Hujan deras tak kunjung berhenti sejak Rabu malam lalu. Di Kabupaten Bekasi, genangan air yang sempat surut kini kembali meluas, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Situasi darurat pun tak terhindarkan.
Menurut Muchlis, Kepala Pelaksana BPBD setempat, timnya langsung turun ke lapangan untuk menilai kondisi. Hasilnya? Dampaknya ternyata makin meluas. "Kami harus segera merespons dengan menambah titik pengungsian dan dapur umum," ujarnya di Cikarang, Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan, langkah itu penting untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.
Saat ini, pengungsian tersebar di tujuh kecamatan yang paling parah terdampak: Babelan, Cikarang Utara, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Tambun Selatan, dan Tambun Utara. Muchlis merinci, Sukawangi punya empat titik, Tambun Selatan tiga. Babelan, Cikarang Utara, dan Tambun Utara masing-masing dua titik. Sementara Karangbahagia dan Sukakarya punya satu titik pengungsian.
Lokasinya pun beragam. Ada yang memanfaatkan fasilitas publik, rumah ibadah, pondok pesantren, bahkan rumah tokoh masyarakat yang bersedia menampung.
Data terbaru BPBD sungguh memprihatinkan. Banjir kini menjangkiti 17 kecamatan, meliputi 51 desa. Korban terdampak mencapai 30.649 kepala keluarga. Dari jumlah itu, 2.412 KK terpaksa meninggalkan rumah mereka. Ketinggian airnya bervariasi, ada yang baru sepuluh sentimeter, tapi ada juga yang sudah mencapai 130 sentimeter setinggi pinggang orang dewasa.
Di sisi lain, Dodi Supriadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, menyebut fokus utama saat ini adalah penanganan darurat. "Sebanyak 2.412 KK sudah kami evakuasi ke 15 titik pengungsian. Prioritas kami jelas: keselamatan warga dan kebutuhan dasar mereka," kata Dodi.
Artikel Terkait
Benteng Pendem Ambarawa Bangkit Setelah Revitalisasi Rp156,8 Miliar
Bareskrim Geledah Kantor DSI, Kasus Dugaan Penipuan Syariah Naik ke Penyidikan
Hujan Tak Halangi 400 Pelajar Berdebat ala Sidang PBB di Jakarta
Pramono Anung Turun Langsung, Perintahkan Tambah Pompa di Titik Banjir Daan Mogot