Hingga saat ini, upaya tanggap darurat masih terus berjalan. Petugas BPBD, dibantu TNI, Polri, PMI, aparat kecamatan dan desa, serta relawan, masih sibuk mendata dan menyalurkan bantuan. Mulai dari makanan siap saji, air bersih, selimut, matras, hingga kebutuhan mendesak lainnya.
Bencana ini tak cuma merendam rumah. Sektor pertanian juga terpukul keras. Sekitar 3.908,9 hektare lahan pertanian ikut terendam. Kerugian petani dipastikan besar, dan ancaman gagal panen menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi.
BPBD masih terus waspada. Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut, dan banjir susulan sangat mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Muchlis mengimbau warganya untuk tetap siaga. "Ikuti informasi resmi dan jangan mengambil risiko, terutama di daerah yang genangannya masih dalam," pesannya.
Berikut rincian 17 kecamatan yang terendam berdasarkan data per Jumat (23/1):
Sukawangi (30–130 cm), Tambun Utara (30–120 cm), Cikarang Utara dan Cikarang Timur (20–120 cm). Lalu ada Cabangbungin (30–110 cm), Tambelang (40–100 cm), Sukakarya (10–100 cm), Kedungwaringin (30–100 cm), Tambun Selatan (30–90 cm), serta Karangbahagia (10–80 cm).
Wilayah lain yang tak luput adalah Babelan (20–80 cm), Pebayuran (10–80 cm), Cibitung (10–70 cm), Sukatani (40–60 cm), lalu Tarumajaya dan Muaragembong dengan ketinggian air 20–50 sentimeter.
Selain banjir, musibah lain juga datang. Longsor dilaporkan terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Dan hingga Jumat sore, hujan deras masih mengguyur wilayah Bekasi tanpa ampun. Awan kelabu belum menunjukkan tanda-tanda akan berlalu.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas