Pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Halim Perdanakusuma pun diterbangkan. Sasaran pertama? Wilayah atas Kabupaten Bogor. Di ketinggian 5.000 sampai 7.000 kaki, pesawat itu menyebarkan 800 kilogram bahan Kalsium Oksida atau CaO. Tujuannya sederhana tapi krusial: mengendalikan pertumbuhan awan hujan di selatan sebelum bergerak ke Jakarta. Dengan begitu, intensitas hujan yang sampai ke kota bisa diredam.
Namun begitu, pekerjaan belum selesai hanya dengan satu kali penerbangan. Isnawa menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan.
"BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BNPB, BMKG, dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode OMC untuk memastikan efektivitas mitigasi cuaca ekstrem," katanya.
Jadi, langkah ini adalah bagian dari siaga bencana yang berkelanjutan. Mereka berharap upaya teknis ini bisa mengurangi risiko banjir dan genangan yang kerap melanda Jakarta saat hujan besar datang.
Artikel Terkait
Manajer Lula Lahfah Penuhi Panggilan Polisi, Pemeriksaan Berlangsung Hampir Seharian
BNI Salurkan Rp88 Triliun Kredit dari Dana Pemerintah Rp55 Triliun
Waspada, Banjir Bawa Ancaman Tersembunyi: Listrik!
Layvin Kurzawa Resmi Gabung Persib, Bek Eks PSG Itu Pilih Petualangan Baru di Bandung