Setelah tarik ulur yang melelahkan, TikTok akhirnya menemukan jalan keluar. Platform media sosial raksasa itu, bersama induknya ByteDance dari China, baru saja menyelesaikan kesepakatan untuk menyerahkan sebagian operasinya di Amerika Serikat kepada sekelompok investor lokal. Intinya, ini upaya mereka untuk tetap hidup di pasar AS dan menghindari ancaman pemblokiran yang sudah lama mengintai.
Menurut laporan Bloomberg Jumat lalu, langkah konkretnya adalah pendirian sebuah entitas AS baru. Yang menarik, tiga nama besar masuk sebagai investor: Oracle Corp, Silver Lake Management LLC, dan MGX. Oracle sendiri bukan pemain baru bagi TikTok; mereka sudah lama jadi mitra di bidang komputasi awan.
Di sisi lain, kepemimpinan operasional harian tak banyak berubah. Shou Chew tetap menjadi CEO global TikTok dan dapat kursi di dewan direksi joint venture ini. Namun, yang akan memegang kendali sebagai CEO untuk usaha patungan tersebut adalah Adam Presser. Pria yang sebelumnya memegang posisi penting di bidang operasi, kepercayaan, dan keamanan TikTok itu kini mendapat tugas baru yang tak kalah berat.
Kesepakatan ini seperti penutup sebuah drama panjang. Sudah bertahun-tahun Washington meributkan keamanan nasional karena TikTok. Kekhawatiran bahwa data pengguna AS bisa disalahgunakan oleh pemerintah Beijing jadi momok utama. Paranoia itu akhirnya berujung pada undang-undang yang disahkan Kongres pada 2024, yang intinya memaksa ByteDance melepas TikTok atau aplikasinya dilarang.
Nah, respons Presiden Donald Trump cukup mengejutkan. Melalui unggahan di Truth Social, ia menyambut baik kesepakatan ini. Trump bahkan secara khusus berterima kasih kepada pemimpin China, Xi Jinping.
Artikel Terkait
Layanan Commuter Line Rangkasbitung Mulih Usai Gangguan Tiang Listrik
Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia, Dugaan Penipuan Skema Ponzi Menguat
BOJ Pilih Diam, Pasar Obligasi Jepang Justru Bergolak
Angkutan Laut Nataru 2025/2026: Penumpang PELNI Turun Tipis, OTP Tetap Bertahan di 98%