TikTok Akhirnya Menemukan Jalan Keluar di AS Lewat Kesepakatan Patungan

- Jumat, 23 Januari 2026 | 12:40 WIB
TikTok Akhirnya Menemukan Jalan Keluar di AS Lewat Kesepakatan Patungan

Setelah tarik ulur yang melelahkan, TikTok akhirnya menemukan jalan keluar. Platform media sosial raksasa itu, bersama induknya ByteDance dari China, baru saja menyelesaikan kesepakatan untuk menyerahkan sebagian operasinya di Amerika Serikat kepada sekelompok investor lokal. Intinya, ini upaya mereka untuk tetap hidup di pasar AS dan menghindari ancaman pemblokiran yang sudah lama mengintai.

Menurut laporan Bloomberg Jumat lalu, langkah konkretnya adalah pendirian sebuah entitas AS baru. Yang menarik, tiga nama besar masuk sebagai investor: Oracle Corp, Silver Lake Management LLC, dan MGX. Oracle sendiri bukan pemain baru bagi TikTok; mereka sudah lama jadi mitra di bidang komputasi awan.

Di sisi lain, kepemimpinan operasional harian tak banyak berubah. Shou Chew tetap menjadi CEO global TikTok dan dapat kursi di dewan direksi joint venture ini. Namun, yang akan memegang kendali sebagai CEO untuk usaha patungan tersebut adalah Adam Presser. Pria yang sebelumnya memegang posisi penting di bidang operasi, kepercayaan, dan keamanan TikTok itu kini mendapat tugas baru yang tak kalah berat.

Kesepakatan ini seperti penutup sebuah drama panjang. Sudah bertahun-tahun Washington meributkan keamanan nasional karena TikTok. Kekhawatiran bahwa data pengguna AS bisa disalahgunakan oleh pemerintah Beijing jadi momok utama. Paranoia itu akhirnya berujung pada undang-undang yang disahkan Kongres pada 2024, yang intinya memaksa ByteDance melepas TikTok atau aplikasinya dilarang.

Nah, respons Presiden Donald Trump cukup mengejutkan. Melalui unggahan di Truth Social, ia menyambut baik kesepakatan ini. Trump bahkan secara khusus berterima kasih kepada pemimpin China, Xi Jinping.

"Dia bisa saja mengambil jalan lain, tetapi tidak, dan keputusannya patut diapresiasi,"

ujar Trump. Padahal, tenggat waktu sebenarnya adalah Januari 2025, tapi Trump memberi perpanjangan berkali-kali agar negosiasi bisa tuntas.

Lalu, bagaimana pembagian kue-nya? Investor baru Oracle, Silver Lake, dan MGX bakal menguasai 50 persen saham entitas TikTok AS. Sementara itu, investor lama ByteDance mengendalikan 30,1 persen, dan ByteDance sendiri mempertahankan 19,9 persen. Entitas baru inilah yang nantinya bertanggung jawab penuh soal moderasi konten dan perlindungan data pengguna AS. Oracle, selain investor, juga akan berperan sebagai "penjaga keamanan" yang memastikan semua aturan dipatuhi.

Namun begitu, tidak semua pihak puas. Sejumlah kritikus bersikeras bahwa kesepakatan ini belum sepenuhnya sesuai dengan undang-undang era Biden yang mensyaratkan pemisahan total. Mereka berargumen, undang-undang itu jelas menyebut ByteDance tidak boleh punya hubungan operasional dengan TikTok AS. Tapi, apakah ada yang akan menggugat? Itu masih jadi tanda tanya.

TikTok sendiri bersikukuh bahwa joint venture ini dibentuk sesuai perintah eksekutif Trump di bulan September. Model kerjasamanya unik: ByteDance akan menyewakan salinan algoritma kontennya ke entitas baru itu, lalu algoritma itu akan dilatih ulang menggunakan data pengguna AS. Selain itu, ByteDance ternyata masih memegang kendali atas aset-aset berharga seperti divisi periklanan dan TikTok Shop yang sedang naik daun.

Jadi, meski terlihat seperti solusi, jalan TikTok di AS masih belum sepenuhnya mulus. Kesepakatan ini mungkin bisa meredakan ketegangan untuk sementara, tapi tetap menyisakan ruang untuk pertanyaan dan kemungkinan konflik di masa depan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar