Di tengah hiruk-pikuk pembahasan tentang modal hijau global, ada satu tantangan yang sering terabaikan: eksekusi di lapangan. Komitmen dan dana mungkin melimpah di tingkat internasional. Namun, soal menyalurkannya dengan aman dan tepat sasaran ke pelosok negara berkembang, ceritanya jadi lain sama sekali. Itulah inti pembahasan yang mengemuka dalam sebuah panel di Paviliun Indonesia, World Economic Forum 2026 di Davos.
Hery Gunardi, Direktur Utama BRI, yang hadir dalam forum itu, menyoroti jurang antara ambisi dan realitas. Menurutnya, modal global untuk keberlanjutan sebenarnya sudah ada. Persoalannya, kata dia, adalah bagaimana memindahkan modal itu secara efisien ke tempat-tempat yang paling membutuhkan.
Nah, di sinilah peran krusial bank lokal muncul. Mereka dinilai sebagai ‘anchor bank’ atau jangkar yang vital. Tanpa kehadiran mereka, skema pembiayaan campuran atau blended finance bisa mandek jadi wacana, tak pernah menyentuh sektor riil. Terutama sektor yang menjadi tulang punggung banyak negara berkembang: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hery menegaskan, mustahil membayangkan transisi hijau yang inklusif tanpa melibatkan UMKM. Sektor ini adalah pencipta lapangan kerja dan penopang ketahanan komunitas. Sayangnya, dalam percakapan global yang sering didominasi proyek raksasa dan green bond, nasib UMKM kerap terpinggirkan.
Pandangan serupa datang dari investor global. Kathryn Koch, Presiden dan CEO TCW, justru melihat peluang di tengah kompleksitas pasar negara berkembang. Ia malah berpendapat bahwa mengabaikan emerging markets justru berisiko bagi portofolio global.
Kompleksitas itu, lanjutnya, sering disalahartikan sebagai risiko murni. Padahal, dengan dukungan sistem keuangan lokal yang kuat khususnya bank domestik yang paham betul medan risiko tersebut bisa dikelola. Bank-bank lokal inilah yang mampu menerjemahkan modal global menjadi pembiayaan yang produktif.
Artikel Terkait
Remaja 17 Tahun Tewas Usai Terjatuh dari Peron Stasiun Gondangdia
Petunjuk Kuat Shayne Pattynama Segera Gabung Persija, Ikuti Tren Pemain Timnas Pulang Kampung
Ego Sektoral dan Tumpang Tindih Kebijakan: Konflik Agraria Terus Berlarut
Bulog Cetak Transaksi Rp7,2 Miliar ke Kopdes Merah Putih dalam 19 Hari