Prabowo Bantah Tudingan MBG Cuma Alat Politik: Kalau Rakyat Pilih Saya Lagi, Apa Salah?

- Senin, 05 Januari 2026 | 23:12 WIB
Prabowo Bantah Tudingan MBG Cuma Alat Politik: Kalau Rakyat Pilih Saya Lagi, Apa Salah?

Di tengah acara Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya. Tiba-tiba, ia menyentuh sebuah isu yang belakangan ramai dibicarakan: program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Rupanya, ada pihak-pihak yang menuding program ini cuma alat politik, sebuah persiapan untuk Pemilu 2029.

Prabowo mengaku heran. Bahkan, terdengar sedikit kesal.

"Dan ada yang menuduh, ada," ujarnya, suaranya tegas terdengar di dalam ruangan. "Oh Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia dipilih kembali. Selalu berpikir negatif."

Ia lalu berhenti sejenak, seolah mencari kata-kata yang tepat. Kemudian, dengan nada bertanya, ia melanjutkan, "Tapi kalau rakyat memilih saya tahun 2029, apa salah saya?"

Menurutnya, jika masyarakat memilihnya kembali, itu sepenuhnya hak demokratis mereka. Tak lupa, ia juga menyelipkan unsur kehendak yang lebih tinggi dalam perjalanan karir politik seseorang. "Iya kan? Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi, benar nggak?" tambahnya, mencoba melibatkan audiens.

Di sisi lain, Prabowo tak mau program MBG hanya dilihat dari sudut pandang politik semata. Dalam kesempatan yang sama, ia membeberkan capaian konkret yang, baginya, patut diapresiasi. Angkanya cukup fantastis.

Ia mengaku baru saja mendapat laporan langsung dari Kepala Badan Gizi Nasional. "Terima kasih Kepala BGN, saya terima laporan hari ini sudah lebih dari 50 juta penerima MBG," paparnya.

Namun begitu, sepertinya ada pembaruan data. Presiden segera memperbaiki pernyataannya. "Benar, Pak Kepala BGN? Oh sudah 55, saya ralat hari ini sudah 55 juta," pungkas Prabowo, menutup pembahasan itu dengan angka yang lebih besar.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar