"Kami tegaskan, Bank Indonesia tidak segan-segan melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik melalui instrumen non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, domestic NDF (DNDF), maupun di pasar spot domestik," tegas Perry.
Intinya, semua langkah stabilisasi itu ditujukan untuk satu hal: meredam gejolak dan mengarahkan rupiah agar kembali menguat. Perry meyakini, fundamental ekonomi nasional kita sebenarnya masih solid, dan ini akan jadi penopang.
Ia juga menambahkan, cadangan devisa yang terkumpul di masa lalu saat arus modal masuk deras sekarang menjadi tameng. Cadangan itulah yang akan digunakan untuk menahan tekanan di pasar keuangan.
Dengan berbagai senjata yang dimiliki, Perry tampak optimis. Ia yakin badai ini akan bisa dilewati.
"Kami meyakini rupiah akan stabil dan bahkan cenderung menguat," ujarnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Pesawat Garuda di Pekanbaru Grounded Usai Radome Rusak, Penumpang Dialihkan
Kapolri Instruksikan Kapolda Siapkan Panic Button untuk Pengemudi Ojol
Kemenhaj Serahkan Keputusan Rute Haji ke Otoritas Penerbangan
Anwar Ibrahim: Harga RON 95 Tak Naik untuk 1-2 Bulan, Waspadai Ancaman Selat Hormuz