Hujan Tak Halangi Pawai Ogoh-Ogoh, Gubernur DKI Ramaikan Festival Nyepi 2026

- Minggu, 08 Maret 2026 | 11:30 WIB
Hujan Tak Halangi Pawai Ogoh-Ogoh, Gubernur DKI Ramaikan Festival Nyepi 2026

Jakarta tak seperti biasanya pagi itu. Dari Bundaran HI hingga Monas, riuh rendah suara gamelan dan sorak-sorai mengisi udara, mengalahkan derasnya hujan yang mengguyur sejak pagi. Pawai Ogoh-Ogoh, bagian dari Festival Nyepi 2026, tetap digelar dengan semangat membara. Pemprov DKI Jakarta menggandeng masyarakat Hindu Bali dari berbagai pura di ibu kota untuk merayakannya.

Hujan deras pada Minggu (8/3) itu rupanya sama sekali tak jadi penghalang. Justru, semangat peserta pawai terlihat semakin menyala. Tiga belas ogoh-ogoh karya warga Bali di Jakarta diarak dengan megah, mulai dari Monas. Ratusan orang tampak gagah mengenakan pakaian adat khas mereka, berjalan beriringan di tengah rintik hujan.

Di sisi lain, suasana car free day (CFD) yang biasanya dipenuhi pesepeda dan pelari, hari itu bertambah meriah. Banyak warga Jakarta yang berhenti sejenak, ikut menyaksikan bahkan mengabadikan momen langka ini. Irama gending dan gamelan Bali terus mengalun, menjadi soundtrack yang sempurna untuk prosesi budaya yang jarang terlihat di jantung ibu kota.

Ayu Sari, salah satu peserta yang sudah lama menetap di Jakarta, membagikan ceritanya.

“Komitmen kami sudah bulat. Hujan bukan halangan. Semua warga Bali di sini sudah janji untuk datang, merayakan bersama,” ujarnya dengan mata berbinar.

Nuansa kebersamaan itu makin terasa dengan kehadiran dua pemimpin ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wagub Rano Karno, turut hadir dengan mengenakan pakaian adat Bali. Mereka tak cuma berdiri di pinggir. Keduanya ikut berjalan kaki, menunggu dan menyambut iring-iringan ogoh-ogoh di sekitar Bundaran HI.

Menurut Pramono, acara semacam ini punya makna yang dalam. Ini bukan sekadar pawai. Lebih dari itu, ini adalah cara untuk merawat dan menjaga kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam. Sebuah upaya nyata agar tradisi tetap hidup, bahkan di tengah gemerlap metropolitan.

Festival itu akhirnya berjalan sukses. Hujan reda, meninggalkan kesan mendalam: bahwa semangat kebudayaan dan kebersamaan bisa mengalahkan cuaca sekalipun.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar