Pesawat Garuda di Pekanbaru Grounded Usai Radome Rusak, Penumpang Dialihkan

- Minggu, 08 Maret 2026 | 11:35 WIB
Pesawat Garuda di Pekanbaru Grounded Usai Radome Rusak, Penumpang Dialihkan

Sabtu sore (7/3/2026) lalu, sebuah insiden tak biasa terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 176, yang baru saja tiba dari Cengkareng, dilaporkan mengalami kerusakan serius. Bagian radome, atau hidung pesawat, rusak cukup parah.

Menurut konfirmasi General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, pesawat bermesin ganda dengan registrasi PK-GFF itu mendarat normal sekitar pukul 17.15 WIB. Kerusakan baru terlihat jelas setelah pesawat diparkir di apron dan tim teknisi melakukan inspeksi visual rutin.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan cukup berat pada sisi kiri radome," ujarnya.

Soal penyebabnya, masih simpang siur. Bisa jadi karena benturan dengan burung saat di udara, atau faktor eksternal lain. Namun begitu, pihak bandara dan maskapai masih menyelidiki secara intensif untuk memastikan akar masalahnya.

"Penyebab kerusakan pada bagian hidung pesawat tersebut belum diketahui secara pasti dan kami masih mengumpulkan informasi komprehensif dari instansi terkait," tambahnya.

Kerusakan ini punya konsekuensi langsung. Pesawat GA 176 dinyatakan grounded, tidak layak terbang untuk sementara. Dampak berantainya, penerbangan lanjutan pesawat yang sama, yakni GA 179 rute Pekanbaru menuju Jakarta, terpaksa dibatalkan. Ribet, kan? Jadwal pun berantakan.

Nah, untuk mengatasi penumpukan penumpang yang sudah menunggu, pihak bandara dan Garuda bergerak cepat. Mereka mengatur ulang perjalanan para penumpang yang terkena dampak pembatalan itu.

Solusinya, penumpang dialihkan ke maskapai lain. Mereka yang seharusnya terbang ke Jakarta via Cengkareng, akhirnya diberangkatkan menggunakan pesawat Citilink nomor penerbangan QG 033 dengan rute menuju Halim Perdanakusuma.

"Alhamdulillah, proses pengalihan berjalan lancar. Penumpang yang sedianya terbang dengan Garuda telah diberangkatkan menggunakan pesawat Citilink pada pukul 19.12 WIB," jelasnya.

Insiden ini tentu mengganggu, tapi setidaknya penanganannya berjalan relatif mulus. Investigasi mendalam masih terus berlangsung untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada hidung pesawat Garuda itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar