Kapten Carvajal Terpinggirkan, Ketegangan dengan Arbeloa Menguat di Real Madrid

- Rabu, 22 April 2026 | 23:00 WIB
Kapten Carvajal Terpinggirkan, Ketegangan dengan Arbeloa Menguat di Real Madrid
Dinamika di Ruang Ganti Madrid

MADRID Kemenangan tipis 2-1 atas Alaves seharusnya jadi angin segar untuk Real Madrid. Tapi di ruang konferensi pers, suasana justru terasa tegang. Sorotan media tak lagi sepenuhnya pada tiga poin yang diraih, melainkan pada keputusan manajer Alvaro Arbeloa yang sekali lagi menempatkan kaptennya, Dani Carvajal, di bangku cadangan.

Padahal, pekan lalu di Munich, Carvajal sama sekali tidak dimainkan. Arbeloa justru memilih Trent Alexander-Arnold sebagai starter, seperti yang dilakukannya lagi malam ini di Santiago Bernabeu.

Pertanyaan pun meluncur: apakah Carvajal akan mendapat porsi bermain lebih banyak untuk mengamankan tiket ke Piala Dunia bersama Spanyol?

Arbeloa menjawab dengan singkat dan berhati-hati.

“Saya punya 20 atau 23 pemain. Dan menurut saya, setiap pemain di Real Madrid punya peluang untuk pergi ke Piala Dunia. Kalau Anda izinkan, saya akan pikirkan apa yang terbaik untuk tim.”

Jawaban diplomatis itu, sayangnya, tak cukup untuk menutupi gumpalan awan kelabu yang sudah lama menggantung. Menurut sejumlah laporan, hubungan antara sang kapten berusia 34 tahun dan manajernya ini praktis tak pernah baik sejak hari pertama Arbeloa mengambil alih kursi kepelatihan dari Xabi Alonso.

Dari sisi Carvajal, rasa ketidakadilan yang mendalam mengkristal. Ia merasa kesempatannya untuk membela Spanyol di Piala Dunia musim panas nanti diambil oleh keputusan-keputusan Arbeloa. Bek kanan veteran itu melihat menit bermainnya menyusut drastis.

Arbeloa, di sisi lain, punya pandangannya sendiri. Ia dianggap sudah menetapkan Trent sebagai pilihan utama yang tak tergantikan di posisi bek kanan. Yang tak kalah penting, sang manajer konon kurang menyukai cara Carvajal menangani perannya sebagai pemain pengganti dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan ini bukan hal baru. Tanda-tandanya sudah beberapa kali muncul ke permukaan. Misalnya, pertengkaran sengit Carvajal dengan pelatih kebugaran Antonio Pintus usai laga kontra Valencia. Atau, ekspresi dingin dan acuh tak acuh yang sering terpancar dari rautnya saat duduk di bangku cadangan.

Perbandingan dengan era pelatih sebelumnya, Xabi Alonso, semakin memperjelas pergeseran ini. Di paruh pertama musim, Alonso terlihat berusaha adil. Ia membagi waktu hampir sama rata: 449 menit untuk Trent, dan 443 menit untuk Carvajal.

Namun begitu, keseimbangan itu buyar di bawah kendali Arbeloa. Statistik berbicara cukup keras: Trent telah mengumpulkan hampir 1.000 menit bermain, sementara Carvajal hanya mendapat 442 menit. Lebih mencengangkan lagi, dari 16 pertandingan, Arbeloa hanya empat kali menurunkan kaptennya sebagai starter. Dua belas kali lainnya, Carvajal hanya masuk sebagai pemain pengganti.

Respons singkat Arbeloa di konferensi pers tadi malam, pada akhirnya, bukanlah jawaban. Itu justru penegasan. Sebuah konfirmasi bahwa hubungan antara manajer dan kapten klub ini memang sedang tidak baik-baik saja. Masalah ini masih akan panjang, dan bisa jadi menjadi ujian nyata pertama bagi kepemimpinan Arbeloa di tengah hiruk-pikuk musim yang melelahkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar