Di tengah kerumunan pengemudi ojek online di Stadion Bumi Sriwijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan penting. Ia mengajak mereka untuk tak ragu menghubungi layanan 110 Polri kapan pun berada dalam situasi darurat. Komitmennya jelas: Polri siap hadir menjawab panggilan masyarakat.
Kegiatan apel bertajuk 'Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae' itu digelar Minggu lalu. Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan harapannya agar para pengemudi ojol bisa menjadi mitra strategis bagi kepolisian. Bukan sekadar pengguna jalan biasa, melainkan mata dan telinga yang membantu menjaga keamanan.
"Kami harap ojek online bisa jadi mitra Kamtibmas yang andal," ujar Sigit.
"Caranya? Dengan memberikan informasi secara cepat ke kami lewat layanan 110, terutama saat melihat kejadian kejahatan di jalan atau situasi lain yang butuh polisi segera."
Menurutnya, respons cepat polisi bisa menekan angka kriminalitas. Namun begitu, kerja sama ini harus dibangun dari kedua belah pihak. Untuk itu, Kapolri meminta jajarannya menyediakan tempat-tempat strategis guna menjalin silaturahmi yang lebih erat dengan komunitas ojol.
"Dengan kemitraan ini, target kita jelas: menekan angka kejahatan dan meningkatkan pengungkapan kasus di lapangan," tegasnya.
"Saya juga minta di setiap wilayah dibangun tempat pelayanan. Bisa berupa bengkel gratis atau cafe khusus ojol. Intinya, wadah untuk terus memperkuat kemitraan."
Tak cuma imbauan, ada instruksi konkret. Sigit menyoroti kerentanan pengemudi ojol terhadap aksi begal atau pencurian dengan kekerasan. Untuk mengantisipasinya, ia memerintahkan para Kapolda segera menyiapkan aplikasi panic button.
"Ini penting untuk melindungi rekan-rekan ojek online agar tidak jadi korban kejahatan di jalan," ujar Sigit.
Di sisi lain, upaya lain juga sudah dirintis. Polri telah mengembangkan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres. Tujuannya sederhana: agar masalah perburuhan dan hubungan industrial bisa ditangani dengan lebih cepat dan tepat.
"Desk ini punya kemampuan setara tingkat pusat," imbuhnya. Harapannya, penyelesaian masalah bisa dilakukan tanpa berbelit.
Serangkaian langkah itu, jika dijalankan, diharapkan tak hanya menciptakan rasa aman. Lebih dari itu, membangun kepercayaan antara penegak hukum dan para pekerja roda dua yang setiap hari menghadapi kerasnya jalanan.
Artikel Terkait
Perjuangan Orang Tua Antar Anak Ikut UTBK, Pedagang Mi Ayam Tempuh Perjalanan Jauh Demi Pendidikan
Ribuan Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Marunda untuk Cegah Abrasi dan Mitigasi Iklim
263 Napi High Risk dari Enam Daerah Dipindahkan ke Nusakambangan untuk Pembinaan Maksimum
Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Baru Korupsi Batu Bara Ilegal PT AKT, Termasuk Kepala KSOP Rangga Ilung