Rencana pemerintah untuk membentuk BUMN tekstil lewat Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai mendapat respons. Kali ini, sambutan positif datang dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia, atau APSyFI.
Menurut Ketua Umum APSyFI, Redma Gita Wirawasta, langkah ini bisa jadi angin segar bagi industri tekstil dalam negeri. Ia melihatnya sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah untuk memperbaiki kinerja sektor TPT.
Ia menambahkan, kehadiran korporasi pelat merah tak perlu dilihat sebagai ancaman. Justru sebaliknya. Menurutnya, ini malah membuka peluang konsolidasi yang sehat antara BUMN dan industri swasta yang sudah lebih dulu berdiri.
Artikel Terkait
BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Melaju 5,7 Persen di 2026
Rupiah Tembus Rp16.945, BI Sebut Ada Arus Modal Keluar dan Gejolak Global
Ekspansi Dua Liga Sepak Bola Putri: Dari Kalimantan hingga Solo
Target 2028: Menanti Hunian Pertama di Kampung Haji Indonesia