Di sisi lain, rencana ini memang bukan muncul tiba-tiba. Pemerintah sedang mengkaji opsi pembentukan BUMN baru di sektor tekstil, sebagai bagian dari strategi memperkuat industri padat karya. Tak hanya itu, langkah ini juga dinilai bisa menjadi solusi untuk menangani aset-aset tekstil bermasalah yang selama ini terbengkalai.
Soal kajian mendalam itu, CEO Danantara Rosan Roeslani punya penjelasan. Setiap keputusan investasi pemerintah, katanya, pasti melalui studi kelayakan dan asesmen menyeluruh. Mulai dari sisi bisnis, pasar, hingga dampak sosial ekonominya.
Nah, dengan sinyal positif dari asosiasi pengusaha ini, jalan menuju pembentukan BUMN tekstil tampaknya semakin terbuka. Tinggal menunggu realisasi dan bentuk sinergi konkretnya seperti apa nanti.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Terkait Dugaan Suap Proyek
AS Gunakan Rudal PrSM untuk Pertama Kali dalam Serangan ke Iran
Tiga Calon Debutan Bersaing Ketat di Skuad Sementara Timnas Indonesia
Iran Bantah Klaim Trump, Tegaskan Mereka yang Tentukan Akhir Perang