Komentar Presiden AS Donald Trump soal akhir perang langsung dibantai oleh Iran. Bukan AS, tapi Teheran yang bakal menentukan kapan konflik ini berhenti. Begitu kira-kira inti pernyataan keras Korps Garda Revolusi Iran, Selasa kemarin.
Menanggapi isyarat Trump bahwa perang mungkin segera berakhir, juru bicara Garda Revolusi, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, tak main-main. Lewat media pemerintah, dia menyebut komentar Trump itu cuma kebohongan belaka.
"Kamilah yang akan menentukan akhir perang ini," tegas Naeini.
Dia lalu membeberkan alasan di balik keyakinannya itu. Menurutnya, persediaan amunisi AS di ujung tanduk. Mereka, kata Naeini, sedang cari-cari cara buat keluar dari medan perang dengan muka masih terselamatkan. "Mengapa Anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada rakyat Amerika?" tanyanya. Dia menuduh Trump sengaja menyembunyikan fakta bahwa infrastruktur militer AS di kawasan Teluk Persia sudah hancur lebur.
Klaim Trump lainnya juga dipatahkan. Soal serangan AS dan Israel yang disebut bisa melumpuhkan kemampuan rudal Iran? Naeini bilang itu omong kosong. Malah sebaliknya.
Artikel Terkait
AS Gunakan Rudal PrSM untuk Pertama Kali dalam Serangan ke Iran
Tiga Calon Debutan Bersaing Ketat di Skuad Sementara Timnas Indonesia
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp811,9 Triliun
Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global