Komentar Presiden AS Donald Trump soal akhir perang langsung dibantai oleh Iran. Bukan AS, tapi Teheran yang bakal menentukan kapan konflik ini berhenti. Begitu kira-kira inti pernyataan keras Korps Garda Revolusi Iran, Selasa kemarin.
Menanggapi isyarat Trump bahwa perang mungkin segera berakhir, juru bicara Garda Revolusi, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, tak main-main. Lewat media pemerintah, dia menyebut komentar Trump itu cuma kebohongan belaka.
"Kamilah yang akan menentukan akhir perang ini," tegas Naeini.
Dia lalu membeberkan alasan di balik keyakinannya itu. Menurutnya, persediaan amunisi AS di ujung tanduk. Mereka, kata Naeini, sedang cari-cari cara buat keluar dari medan perang dengan muka masih terselamatkan. "Mengapa Anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada rakyat Amerika?" tanyanya. Dia menuduh Trump sengaja menyembunyikan fakta bahwa infrastruktur militer AS di kawasan Teluk Persia sudah hancur lebur.
Klaim Trump lainnya juga dipatahkan. Soal serangan AS dan Israel yang disebut bisa melumpuhkan kemampuan rudal Iran? Naeini bilang itu omong kosong. Malah sebaliknya.
"Lebih banyak proyektil ditembakkan daripada di awal perang," ujarnya. Tidak hanya jumlahnya yang gila-gilaan, hulu ledaknya pun disebut punya bobot lebih dari satu ton. Jadi, anggapan bahwa kekuatan Iran melemah sama sekali tidak berdasar.
Di sisi lain, ancaman blokade minyak tetap digaungkan. Naeini bersumpah angkatannya tak akan mengizinkan satu liter pun minyak mengalir dari kawasan itu ke negara agresor dan sekutu-sekutunya. Itu bakal terus berlaku sampai ada pemberitahuan lain.
"Upaya mereka mengendalikan harga minyak dan gas cuma sementara," katanya. Dan yang terpenting, menurutnya, usaha itu pasti bakal sia-sia.
Jadi, lewat pernyataan ini, Iran jelas sedang mengirim pesan. Mereka masih punya banyak kartu di tangan, dan perang ini masih jauh dari kata selesai.
Artikel Terkait
Menkeu Bantah Isu APBN Hanya Tersisa Rp120 Triliun, Sebut SAL Capai Rp420 Triliun
Wagub Rano Karno Dukung Pembangunan Markas Satpol PP Jakarta untuk Atasi Armada Terlantar
Menkeu Rancang Insentif Kendaraan Listrik Bertahap Mulai 2026, Target 6 Juta Unit
Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Tank Israel di Lebanon, Kemlu Kecam Keras Pelanggaran Hukum Internasional