WASHINGTON - Untuk pertama kalinya, militer Amerika Serikat mengerahkan Rudal Serangan Presisi (PrSM) jarak jauhnya dalam sebuah operasi nyata. Sasaran? Iran. Rudal ini digadang-gadang punya daya hancur yang bahkan lebih mengerikan dari rudal Tomahawk yang sudah legendaris itu.
Konfirmasi datang langsung dari Komando Pusat AS, Centcom. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa penggunaan PrSM dalam kondisi pertempuran sungguhan adalah sebuah debut. Sebelumnya, rudal ini belum pernah dicoba di medan perang yang sebenarnya.
"Dalam peristiwa bersejarah pertama, Rudal Serangan Presisi (PrSM) jarak jauh digunakan dalam pertempuran selama Operasi Epic Fury,"
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Centcom tak menyembunyikan kebanggaan, menyebut kemampuan serangan jarak jauh AS sebagai sesuatu yang 'tak tertandingi'.
Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran sendiri sudah berlangsung sejak akhir Februari lalu, dengan Teheran menjadi salah satu target. Gempuran yang melibatkan rudal jarak jauh dan jet tempur ini dilaporkan menimbulkan kerusakan parah dan, sayangnya, juga memakan korban di kalangan warga sipil.
Namun begitu, Iran jelas tidak tinggal diam. Balasan datang bertubi-tubi. Mereka melancarkan serangan ke wilayah Israel dan tidak tanggung-tanggung, juga membidik sejumlah pangkalan militer AS yang bertebaran di kawasan Timur Tengah.
Yang menarik, Iran sepertinya juga ingin pamer kekuatan baru. Mereka disebut-sebut menggunakan senjata-senjata yang belum pernah terlihat sebelumnya. Salah satu yang bikin mata terbelalak adalah penggunaan amunisi klaster dalam serangan di beberapa titik di Tel Aviv. Dampaknya? Kerusakan yang masif dan mengkhawatirkan.
Belum lagi video-video yang membanjiri media sosial. Beberapa di antaranya menunjukkan rudal-rudal hipersonik Iran menghujam kawasan Tel Aviv dan Yerusalem. Gambar-gambar itu, meski perlu verifikasi, cukup untuk menggambarkan eskalasi yang sedang terjadi.
Sebenarnya, ancaman ini sudah diisyaratkan sebelumnya. Sejumlah pejabat militer Iran pernah berkoar bahwa mereka punya senjata-senjata baru di lumbung persenjataan, yang siap digunakan dan belum dipertontonkan ke publik. Kini, ancaman itu tampaknya menjadi kenyataan.
Artikel Terkait
Bandara Madinah Siapkan Layanan Gratis Kursi Roda dan Mobil Golf untuk Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas
Bank bjb Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah di Banten Lewat Kolaborasi Strategis
Hunian Gudang Modern di Greater Jakarta Tembus 95,8 Persen, Pasokan Terbatas Picu Persaingan Ketat
DeepSeek Resmi Luncurkan Model AI Terbaru DeepSeek-V4 dalam Dua Varian