Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah bersiap menyambut jamaah haji tahun ini. Ada yang menarik di sana beragam layanan dan fasilitas sudah disiapkan, khususnya untuk jamaah lanjut usia dan disabilitas dari seluruh dunia. Suasananya, kata para petugas, dirancang agar lebih ramah dan tidak membingungkan.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan soal ini. Menurut dia, beberapa fasilitas yang disediakan antara lain kursi roda dan mobil golf. Golf car itu, kata dia, sudah siaga di Terminal Haji. Fungsinya? Mengantar jamaah dari terminal kedatangan menuju ruang tunggu atau Hajj Pavilion. Lumayan, kan, untuk yang jalan kakinya mulai lemah.
Untuk jamaah lansia yang butuh bantuan saat berjalan, kursi roda tersedia di bandara. Operasionalnya nanti dibantu oleh petugas haji Daker Bandara yang berjaga di lokasi kedatangan. Jadi begitu turun dari pesawat, mereka sudah siap sambut.
Abdul Basir menegaskan, semua fasilitas itu tidak dipungut biaya. Gratis.
“Bagi jamaah yang memanfaatkan jasa dorong kursi roda dan golf car, tidak ada biaya yang dibebankan kepada jamaah atau gratis,” kata Abdul dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Di sisi lain, bukan cuma lansia yang dapat perhatian. Jamaah haji perempuan juga punya layanan khusus dari petugas haji Indonesia Daker Bandara. Layanannya berupa akses konsultasi, terutama soal bimbingan ibadah perempuan. Menurut Abdul, ini penting karena banyak jamaah perempuan yang butuh tanya-tanya soal fiqih hal-hal yang kadang lebih nyaman ditanyakan ke sesama perempuan.
“Untuk layanan ramah perempuan, cenderung untuk program bimbingan ibadah terkait fiqih perempuan. Jamaah haji kita banyak perempuan, mereka perlu konsultasi fiqih perempuan itu harusnya kepada petugas pembimbing ibadah perempuan,” katanya.
Nah, layanan ini nggak cuma ada di Bandara Madinah saja. Tersebar juga di Bandara Jeddah dan sejumlah daker lain seperti Madinah dan Makkah. Menurut data, dari total 203.320 orang jamaah haji reguler Indonesia, sekitar 80 persen masuk kategori risiko tinggi. Angka yang cukup besar, ya.
Dari jumlah itu, sekitar 33 ribu orang merupakan jamaah lansia di atas usia 65 tahun. Sementara jamaah perempuan jumlahnya mencapai 56 persen dari total 221 ribu jamaah Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci. Jadi wajar kalau fasilitas ini diutamakan.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Bank bjb Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah di Banten Lewat Kolaborasi Strategis
Hunian Gudang Modern di Greater Jakarta Tembus 95,8 Persen, Pasokan Terbatas Picu Persaingan Ketat
DeepSeek Resmi Luncurkan Model AI Terbaru DeepSeek-V4 dalam Dua Varian
Wamendagri Buka Suara soal Polemik ‘Denda’ e-KTP Hilang: Itu Biaya Cetak Ulang, Bukan Denda