Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Andi Yuliani Paris, mengingatkan generasi muda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku konsumtif yang dipicu oleh fenomena lipstick effect, yaitu kecenderungan membeli barang-barang kecil yang bersifat konsumtif ketimbang mengalokasikan dana untuk aset produktif atau investasi jangka panjang. Peringatan ini disampaikan di tengah derasnya arus digitalisasi sektor keuangan yang menghadirkan berbagai kemudahan transaksi dan tawaran konsumsi yang kian mudah dijangkau.
Menurut politisi asal Sulawesi Selatan tersebut, perkembangan teknologi finansial telah mengubah pola konsumsi masyarakat secara fundamental. Layanan keuangan digital, mulai dari sistem pembayaran elektronik, fitur paylater, hingga pinjaman online, memungkinkan transaksi dilakukan dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan itu, risiko mengintai apabila tidak dibarengi dengan pemahaman yang memadai tentang pengelolaan keuangan.
“Anak-anak muda harus punya kesadaran untuk membeli aset secara mencicil dibandingkan menggunakan uang itu untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak bernilai aset,” ujar Andi dalam pernyataan resminya, Senin (8/6/2026).
Ia menyoroti fenomena lain yang tak kalah mengkhawatirkan, yaitu minat generasi muda terhadap instrumen keuangan baru seperti aset kripto. Banyak dari mereka yang tertarik tanpa memahami secara menyeluruh mekanisme dan risiko yang melekat. Akibatnya, fokus hanya tertuju pada potensi keuntungan jangka pendek, sementara aspek keberlanjutan investasi dan risiko kerugian sering kali terabaikan.
Sementara itu, Andi menilai penguatan perlindungan konsumen dan peningkatan literasi keuangan menjadi pilar penting dalam implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Regulasi ini diharapkan mampu membekali masyarakat dengan pemahaman yang lebih baik terhadap berbagai produk keuangan serta risiko yang menyertainya.
“Berbagai tawaran yang menarik harus dibarengi dengan pengetahuan yang cukup. Jangan hanya melihat keuntungannya saja, tetapi juga memahami risiko yang ada,” tegas politisi Fraksi PAN tersebut.
Di sisi lain, ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan dana simpanan di perbankan. Berdasarkan pemantauannya, banyak nasabah yang belum mengetahui bahwa simpanan mereka di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pemahaman ini, menurutnya, krusial untuk meningkatkan kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional sekaligus mendorong budaya menabung.
Andi mendorong generasi muda untuk mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi pada aset produktif. Salah satu contoh konkret yang ia sebutkan adalah program pembiayaan perumahan dari perbankan, termasuk bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang menyediakan skema cicilan terjangkau. Kepemilikan aset produktif seperti rumah, menurutnya, tidak hanya bermanfaat bagi individu tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
“Anak muda harus lebih produktif dan melihat peluang-peluang usaha yang ada. Banyak sektor yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Jangan sampai kemajuan teknologi hanya dimanfaatkan untuk konsumsi, tetapi harus menjadi sarana untuk meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap tawaran pinjaman online ilegal dan layanan keuangan yang menjanjikan keuntungan instan. Edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar masyarakat mampu membedakan produk keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.
Andi berharap peningkatan literasi keuangan yang terus didorong oleh regulator, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya dapat menciptakan masyarakat yang cerdas dalam mengelola keuangan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terlindungi sebagai konsumen, tetapi juga mampu memanfaatkan instrumen keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Dengan literasi dan kesadaran keuangan yang baik, masyarakat terutama generasi muda akan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan finansial yang lebih tepat, produktif, dan bermanfaat bagi masa depan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kakorlantas Polri Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Pasar Jiung
Telkom Pecat Silmy Karim dari Komisaris Usai Tersangka Korupsi KPK
BPBD: Mitigasi Gempa Bumi Kunci Kurangi Risiko Bencana, Ini Langkah Penyelamatan Diri yang Tepat
Ruben Onsu Pertimbangkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Sarwendah Diduga Sindir di Depan Publik