“Kami tahu Coach Jacksen punya komitmen dengan Borneo FC. Tapi berkat hubungan baik dengan Nabil Husein, Presiden Borneo FC, kami diskusi dan minta izin terlebih dahulu. Alhamdulillah disetujui untuk periode tertentu. Nanti setelah itu, baru kita bahas kelanjutannya,” sambungnya.
Dengan jadwal MLSC yang semakin padat di semester kedua tahun ini, pembagian tugas antara Jacksen dan Timo akan dilakukan secara seimbang. Maklum, seri kali ini penyelenggaraannya banyak yang digelar serentak di dua kota: Tangerang bareng Semarang, Jogja bersama Bandung, dan begitu seterusnya.
Padatnya jadwal ini bukan tanpa alasan. Teddy memaparkan, semester dua tahun akademik ini bersinggungan dengan jadwal ujian sekolah, khususnya untuk anak kelas 6 SD. Belum lagi ada bulan puasa di tengahnya.
“Jadwalnya jadi sangat ketat. Kami berusaha memaksimalkan waktu agar anak-anak kelas 6 SD tetap bisa menjalankan ujian, tapi di sisi lain juga tetap bisa berpartisipasi di MLSC,” ujar Teddy.
“Makanya banyak laga yang dijadwalkan bersamaan di dua kota. Ini solusi agar tidak bentrok dengan jadwal ujian. Nah, karena kepadatan itulah, pembagian pekerjaan yang baik antara pelatih mutlak diperlukan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas