Pada Selasa lalu, tepatnya tanggal 20 Januari 2026, suasana di kawasan Harmoni tampak berbeda. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir untuk meresmikan groundbreaking entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta fase 2A. Acara itu berlangsung cukup sederhana, tapi punya arti penting buat masa depan transportasi ibu kota.
Dalam sambutannya, Pramono meyakini lokasi ini bakal jadi sesuatu yang istimewa. Menurutnya, Harmoni akan menjelma menjadi kawasan Transit Oriented Development atau TOD paling strategis se-Jakarta.
"Saya meyakini kalau di 2029 TOD Harmoni ini sudah jadi, maka ini akan menjadi TOD yang sangat strategis," kata Pramono.
Alasannya cukup kuat. Kawasan Harmoni itu dikelilingi oleh segudang kantor pemerintahan. Bayangkan saja, para pegawai di sana punya opsi untuk naik MRT saat berangkat dan pulang kerja. Itu bisa mengurai kemacetan yang selama ini jadi momok.
"Yang pertama, kantor-kantor pemerintahan banyak yang di sekitar ini. Ada Mensesneg, Menseskab, kemudian kantor KSP, dan beberapa kantor yang ada di jalan-jalan yang dekat dengan Istana," ujarnya memaparkan.
Di sisi lain, Harmoni bukan cuma soal kantor pemerintah. Lokasi ini sejak dulu dikenal sebagai salah satu pusat bisnis yang ramai. Dari Gajah Mada Plaza dan sekitarnya, semuanya punya sejarah panjang sebagai urat nadi perekonomian. Pramono yakin stasiun ini akan menjadi titik penumpang yang padat.
Artikel Terkait
APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak
Menteri Keuangan Siapkan Skenario Antisipasi Defisit Jika Harga Minyak Capai USD92
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari Seminggu untuk Kantor Pemerintah, Antisipasi Krisis Energi Global