Suasana di ruang sidang pagi itu tegang. Sidang kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim kembali digelar, Senin (19/1/2026). Kali ini, proses pembuktian justru dibuka dengan adu mulut yang sengit antara jaksa dan pengacara Nadiem.
Pemicunya sepele: sebuah kamera ponsel. Dari pantauan, kubu Nadiem awalnya menaruh perangkat itu di meja penasihat hukum untuk mendokumentasikan jalannya sidang. Langsung saja, jaksa protes. Mereka meminta agar tidak ada rekaman yang berasal dari area tersebut.
“Dari pihak penasihat hukum ada rekaman kamera di depan, bagaimana sebelumnya kan untuk di belakang untuk perekaman,” ujar jaksa, suaranya terdengar jelas.
Hakim ketua lantas memerintahkan agar kamera dipindah ke belakang. Tapi perintah ini malah memantik debat. Pengacara Nadiem bersikeras, posisi kamera di belakang akan menyulitkan mereka.
“Ini adalah dokumentasi untuk kami bisa melihat langsung keterangan dari saksi. Kalau dari belakang Yang Mulia, nggak bisa, nggak kelihatan,” bantahnya.
Jawaban jaksa singkat dan tegas. “Yang Mulia ini sudah menyimpang.”
Percekcokan soal penempatan kamera itu benar-benar memanas. Udara di ruangan serasa makin pengap. Setelah beberapa saat berdebat, akhirnya kubu Nadiem mengalah. Kamera itu pun dipindahkan ke area belakang, meski mungkin dengan rasa tak suka.
Sebelum keributan soal kamera terjadi, sidang sempat membahas kondisi kesehatan Nadiem. Hakim Ketua menanyakan kabarnya.
“Bagaimana kondisi kesehatan saudara?”
Nadiem mengaku masih berjuang melawan reinfeksi. Meski begitu, dia memastikan kesiapannya untuk mengikuti persidangan hari itu.
“Saya masih mengalami reinfeksi dan masih membutuhkan penanganan, namun saya siap menjalani sidang hari ini,” ucapnya.
Menurut Nadiem, kondisi ruang tahanan yang tidak steril menjadi penyebab dia kembali sakit. Hal itu jelas memengaruhi stamina fisiknya. Dia bahkan mengisyaratkan bahwa perawatan lebih lanjut masih sangat dibutuhkan.
"Setelah ini mungkin saya masih butuh perawatan,” katanya, menutup keterangannya.
Artikel Terkait
60 Personel Linjam Siap Kawal Jamaah Haji Indonesia di Madinah
Kemenag Tegaskan Hoaks Soal Pemerintah Ambil Alih Kas Masjid
Okezone Gelar School Takeover di SMAN 55 Jakarta, Siapkan Siswa Menuju Dunia Karier
Kemenhaj Siapkan 118 Hotel untuk 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia di Madinah