Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara soal hasil inspeksi mendadak atau rampcheck. Hasilnya? Ada 2.060 bus yang dinyatakan tidak layak jalan. Pemeriksaan ketat ini digelar di berbagai titik strategis seperti terminal tipe A, pool bus, hingga rest area dan pintu keluar tol.
Kalau dirinci, dari total 13.584 unit bus yang sudah dicek sejak 23 Februari lalu, angka yang mengkhawatirkan memang ada. Sekitar 63,9 persen atau 8.680 bus dinyatakan layak dan diizinkan beroperasi. Namun begitu, ada 2.844 unit dapat peringatan untuk segera diperbaiki. Yang lebih serius, 1.645 bus langsung dilarang operasi, dan 415 unit lainnya bahkan kena tilang sekaligus larangan operasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menekankan pentingnya langkah ini. Dia bilang, tahun ini diprediksi ada 143,9 juta orang yang akan mudik. Angka itu setara dengan separuh populasi Indonesia.
Inspeksi keselamatan ini rencananya bakal terus berjalan sampai 29 Maret mendatang. Fokusnya nggak cuma di terminal, tapi juga menjangkau daerah-daerah yang dikenal rawan kecelakaan. Upaya ini jelas buat meminimalisir risiko di jalan.
Artikel Terkait
Bank Danamon Siapkan Perombakan Manajemen, Nobuya Kawasaki Diusulkan Gantikan Daisuke Ejima
Pemerintah Mulai Evakuasi 32 WNI dari Iran via Azerbaijan
Pendaftaran Tiket Gratis Kapal Mudik Lebaran 2026 Dibuka, Kuota 69 Ribu Kursi
Perusahaan Anak BRI Pacu Aset dan Laba, Kontribusi Capai Rp10,38 Triliun