Kemenhub Temukan 2.060 Bus Tak Layak Jelang Puncak Mudik 2026

- Jumat, 06 Maret 2026 | 13:15 WIB
Kemenhub Temukan 2.060 Bus Tak Layak Jelang Puncak Mudik 2026

Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara soal hasil inspeksi mendadak atau rampcheck. Hasilnya? Ada 2.060 bus yang dinyatakan tidak layak jalan. Pemeriksaan ketat ini digelar di berbagai titik strategis seperti terminal tipe A, pool bus, hingga rest area dan pintu keluar tol.

Kalau dirinci, dari total 13.584 unit bus yang sudah dicek sejak 23 Februari lalu, angka yang mengkhawatirkan memang ada. Sekitar 63,9 persen atau 8.680 bus dinyatakan layak dan diizinkan beroperasi. Namun begitu, ada 2.844 unit dapat peringatan untuk segera diperbaiki. Yang lebih serius, 1.645 bus langsung dilarang operasi, dan 415 unit lainnya bahkan kena tilang sekaligus larangan operasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menekankan pentingnya langkah ini. Dia bilang, tahun ini diprediksi ada 143,9 juta orang yang akan mudik. Angka itu setara dengan separuh populasi Indonesia.

"Maka diperlukan serangkaian pengaturan dan kebijakan yang ketat," ujar Aan dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).

Inspeksi keselamatan ini rencananya bakal terus berjalan sampai 29 Maret mendatang. Fokusnya nggak cuma di terminal, tapi juga menjangkau daerah-daerah yang dikenal rawan kecelakaan. Upaya ini jelas buat meminimalisir risiko di jalan.

Di sisi lain, langkah pengamanan juga diperkuat dengan kerja sama lintas kementerian. Kemenhub bersama Kementerian PU dan Korlantas Polri sudah terbitkan Surat Keputusan Bersama. Isinya macam-macam, mulai dari pembatasan angkutan barang, pengaturan lalu lintas seperti sistem satu arah, contra flow, sampai aturan ganjil-genap.

Aan mencoba meluruskan niat aturan pembatasan angkutan barang ini. Menurutnya, ini semata-mata untuk keselamatan.

"Bukan untuk membatasi usaha, tapi mengatur agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang bisa berjalan lancar dan selamat," katanya.

Persiapan lain juga sedang digenjot. Berbagai pemangku kepentingan saat ini sedang mengecek kesiapan jalur mudik, melakukan perbaikan jalan, hingga memastikan keamanan di simpul-simpul transportasi. Bahkan, kesiapan masjid yang akan difungsikan sebagai rest area ramah pemudik pun tak luput dari pantauan.

Intinya, koordinasi jadi kunci. Semua pihak berharap sinkronisasi kebijakan ini bisa menciptakan arus mudik yang lebih lancar dan, yang paling penting, aman untuk semua.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar