Jokowi Bocorkan Dua Poin Utama Pembahasan Prabowo dengan Tokoh Nasional

- Jumat, 06 Maret 2026 | 14:30 WIB
Jokowi Bocorkan Dua Poin Utama Pembahasan Prabowo dengan Tokoh Nasional

Beberapa waktu lalu, ada pertemuan penting di Jakarta. Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, akhirnya membocorkan apa yang dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan sederet tokoh nasional. Mereka duduk bersama, mulai dari mantan presiden dan wakil presiden, eks menteri luar negeri, hingga pimpinan partai politik.

Jokowi, begitu sapaan akrabnya, mengungkap dua poin utama yang dijelaskan Prabowo. Pertama soal posisi Indonesia di Board of Peace atau BoP. Lalu yang kedua, mengenai tarif dagang dengan Amerika Serikat.

"Beliau Bapak Presiden menjelaskan mengenai dua hal besar, yaitu masuknya Indonesia ke Board of Peace dan yang kedua mengenai tarif dagang Indonesia-Amerika,"

kata Jokowi, Jumat lalu.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam forum BoP itu punya tujuan yang jelas. Prabowo ingin membangun dialog. Tujuannya satu: agar dunia bisa lebih damai.

"Yang pertama mengenai BoP, beliau menyampaikan bahwa perlunya kita berada di dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia menjadi lebih damai,"

tutur Jokowi lagi.

Nah, kalau soal tarif dagang, ada fakta menarik yang mungkin luput dari perhatian publik. Jokowi menyebut, justru ada banyak komoditas yang dibebaskan dari pungutan.

"Yang kedua mengenai tarif, beliau juga jelaskan bahwa tarif itu yang justru lebih banyak itu adalah yang 0% karena ada 1.800 item komoditi barang yang diberikan bebas tarif 0%. Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat,"

jelasnya panjang lebar.

Dia melanjutkan, kebijakan tarif ini sangat krusial. Tujuannya untuk mendongkrak ekspor ke pasar AS. Apalagi, neraca dagang Indonesia dengan Amerika sudah surplus. Angkanya cukup fantastis, sekitar 18 miliar dolar AS.

"Kemudian pentingnya tarif bagi kita ya agar ekspor kita ke Amerika semakin banyak karena kita dengan Amerika sudah surplus seingat saya kurang lebih 18 billion US Dollar. Saya kira ini sebuah angka yang sangat besar yang itu bisa kita tingkatkan lagi surplusnya,"

pungkas Jokowi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar